Makna ungkapan dan simbol dalam prosesi ritual maccéraq Arajang pada masyarakat Bugis Soppeng Sulawesi Selatan

Arisal, Arisal (2016) Makna ungkapan dan simbol dalam prosesi ritual maccéraq Arajang pada masyarakat Bugis Soppeng Sulawesi Selatan. S1 thesis, universitas negeri makassar.

[img] Text
ABSTRAK.docx

Download (19kB)

ABSTRAK Arisal, 2016. “Makna ungkapan dan simbol dalam prosesi ritual maccéraq Arajang pada masyarakat Bugis Soppeng Sulawesi Selatan”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Bugis. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Johar Amir dan Andi Agussalim AJ). Tujuan penelitian ini adalah mendeskipsikan bentuk prosesi ritual serta makna ungkapan dan simbol dalam prosesi ritual maccéraq Arajang masyarakat Bugis Soppeng Sulawesi Selatan berdasarkan teori semiotikan Charles Sanders Peirce yang menekankan tiga aspek tanda yaitu icon, indeks dan simbol itu sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, teknik analisis data diperoleh melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dua pokok permasalahan yang dikaji dalam ritual maccéraq Arajang yaitu: pertama bentuk ungkapan dan simbol dalam setiap tahapan ritualnya, kedua makna ungkapan dan simbol dalam prosesi ritual maccéraq Arajang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dalam bentuk prosesi ritual maccéraq Arajang terdapat beberapa tahapan (1) pra ritual atau persiapan (mappassadia) (2) ritual (aggaukeng) (3) penutup (paccappureng). Bentuk tahapan ritual terdiri atas mappammula tudang, mappangisō tédong, mappassilī, maddéwata, mannō salō, massulafaq eppā, mappaleppeq lao Datunna Sangianngé, mappadéndang, maddaga sibawa mattojang, mattubbang welenreng. Selanjutnya dari ungkapan dan simbol-simbol yang ada dapat diperoleh suatu gambaran makna yang jelas bahwa masyarakat Bugis Soppeng memaknai bentuk-bentuk simbolis itu sebagai bentuk penghubung antara dunia nyata dan dunia gaib dalam hal ini roh-roh leluhur. Kandungan nilai-nilai dalam bentuk simbolik itu secara langsung maupun tidak langsung dapat dijadikan sebagai acuan dasar dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal tersebut diyakini dapat membawa keselamatan, kekeluargaan, kebersamaan, persatuan antara sesama masyarakat. Bentuk simbolik itu diyakini dapat menghasilkan sebuah hasil yang diinginkan. Kata kunci: Ungkapan, Simbol, maccéraq Arajang.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA > Pendidikan Bahasa dan sastra Bahasa Indonesia
Divisions: Dewey Decimal Classification > FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 15 Jun 2017 02:34
Last Modified: 15 Jun 2017 02:34
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/2593

Actions (login required)

View Item View Item