Gerakan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Kajang Bulukumba (1955-1957)

AMIRULLAH, AMIRULLAH (2015) Gerakan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Kajang Bulukumba (1955-1957). S1 thesis, UNIVESITAS NEGERI MAKASSAR.

[img] Text
Amirullah.docx

Download (15kB)

ABSTRAK AMIRULLAH.Gerakan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Kajang Bulukumba (1955-1957). (dibimbing oleh Rabihatun Idris dan Andi Ima Kesuma). Penelitian ini difokuskan pada upaya untuk meneliti dan mengungkapkan secara deskriptif analitis mengenai keberadaan DI/TII di Bulukumba, hususnya di daerah Kajang antara tahun 1955-1957 dengan beberapa gejolak sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang terjadi setelah tersebarnya gerakan DI/TII tersebut. Penelitian ini dimaksudkan untuk: (1) memahami proses persebaran gerakan DI/TII di daerah Kajang dalam totalitas aspek yang menjadi tujuan penguasaan gerakan ini; (2) mengetahui penyebab terjadinya gerakan masyarakat Kajang yaitu gerakan Dompea dalam membendung pengaruh DI/TII yang mencoba mempengaruhi dan menguasai masyarakat Kajang secara totalitas; (3) mengetahui bentuk-bentuk dan ciri khas daripada perlawanan dengan gerakan Dompea yang dilakukan masyarakat adat Kajang berdasarkan filosofi dan kepercayaan lokal yang dimilikinya; (4) memahami dampak-dampak yang diakibatkan oleh adanya gerakan DI/TII dan perlawanan masyarakat Kajang dengan adanya gerakan Dompea-nya. Penelitian ini dikatagorikan sebagai penelitian sejarah sosial yang tentunya juga menggunakan metode penelitian sejarah. Metode sejarah menggunakan empat tahapan yaitu: (1) heuristik, (2) kritik, (3) interpretasi, (4) historiografi. Data dari penelitian ini diperoleh dari dokumen (dari badan arsip sulsel), penelitian yang relevan, informan, serta buku-buku terbitan yang sesuai dengan konteks penelitian ini. Sifat penulisannya sebagai hasil dari penulisan sejarah yaitu menggunakan periodesasi, yaitu dari tahun 1955-1957. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa aspek dari keberadaan DI/TII di Bulukumba sebagai berikut: (1) kedatangan DI/TII di Bulukumba, khususnya di daerah Kajang pada tahun 1955 bertujuan untuk menguasai secara totalitas berbagai aspek yang ada, mulai dari kekuatan politik, sosial-budaya, kepercayaan sampai perekonomian masyarakat; (2) dengan adanya usaha dari DI/TII di atas yang menguasai banyak aspek dari kehidupan masyarakat, terutama karena adanya usaha DI/TII untuk menghapus kepercayaan tradisional masyarakat Kajang menyebabkan munculnya gerakan Dompea yang merupakan gerakan adat; (3) perlawanan gerakan dompea di Kajang bercirikan perlawanan lokal, mulai dari prinsip perlawanan yang menjadi filosofi mereka sampai pada pakaian dan persenjataan perang yang mereka gunakan; (4) adanya gerakan DI/TII di Kajang berdampak pada banyak aspek kehidupan masyarakat, baik dalam sektor ekonomi, munculnya kesatuan dan solidaritas sosial masyarakat, semakin menguatnya adat dan lain sebagainya, di samping adanya trauma yang dirasakan masyarakat Kajang atas keberadaan DI/TII. ABSTRACT AMIRULLAH. 2013. The Movement of Darul Islam/ Indonesian Islamic Army(DI/TII) in Kajang Bulukumba (1955-1957). (supervised by Rabihatun Idris dan Andi Ima Kesuma). The study focused on the efforts to study and reveal in analytical description on the existence of DI/TII in Bulukumba, particularly in Kajang between 1955-1957 with several upheavals of social, culture, economy, and politics after the movement of DI/TII. The study was intended: (1) to understand the spreading proces of DI/TII movement in Kajang in totality of aspect as the objective of the domination of the movement; (2) to examine the causes of the movement of Kajang people called Dompea movement in repressing the influence of DI/TII which tried to influence and rule totally the Kajang people; (3) to examine the forms and characteristics of resistance conducted by Dompea movement of traditional Kajang people based on the philosopy and the local faith, and (4) to understand the impacts caused by DI/TII movement and resistance of Kajang people with Dompea movement. The study was categorized as social history research which employed history method. The history method used four phases, namely (1) heuristic, (2) critic, (3) interpretation, and (4) historiography. Data were obtained from the documents (South Sulawesi archive office), a relevant research, informants, and books appropriate to the context of study. The nature of writing used periods from 1955 to 1957. The results of the study indicated several aspect of the existence of DI/TII in Bulukumba : (1) the arrival of DI/TII in Bulukumba, particularly in Kajang in 1955 aimed to control totally from the aspects of politics, socio-cultural, beliefs to the economics; (2) the efforts from DI/TII which controlled numerous aspects of life, particularly the effort to eliminate traditional beliefs of Kajang people causing the appearance of the Dompea movement as a culture movement ; (3) The resistance of the Dompea movement in Kajang characterized as local resistance, started from the principle resistance as their philosophy to the clothing and weapons used; (4) the movementof DI/TII in Kajang gave impact in many effects in lives, such as economy sector, the unity and solidarity of social community, traditional strength and many others, as well as trauma felt by the Kajang people for the existence of DI/TII.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL > Pendidikan Sejarah
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 23 Nov 2016 05:58
Last Modified: 23 Nov 2016 05:58
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/1274

Actions (login required)

View Item View Item