Meningkatkan Kualitas Proses Dan Hasil Belajar Matematika Materi Trigonometri Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Kelas Xi-Ipa2 Sma Negeri 1 Galesong Utara

Hj., JULIYATI. (2013) Meningkatkan Kualitas Proses Dan Hasil Belajar Matematika Materi Trigonometri Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Kelas Xi-Ipa2 Sma Negeri 1 Galesong Utara. S2 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
Juliati.docx

Download (12kB)

ABSTRAK Hj. JULIYATI. 2013. Meningkatkan Kualitas Proses Dan Hasil Belajar Matematika Materi Trigonometri Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Kelas Xi-Ipa2 Sma Negeri 1 Galesong Utara (Dibimbing oleh Darwis dan Alimuddin). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bersifat kualitatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar melalui model pembelajaran berbasis masalah pada siswa SMA kelas XI-IPA2. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain lembar observasi, angket respon siswa, tes kemampuan penalaran. Pengumpulan data dilakukan dengan data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualitatif berupa data tentang aktivitas siswa, aktivitas guru dan respon siswa terhadap pembelajaran. Sedangkan data kuantitatif berupa hasil tes kemampuan penalaran siswa setelah melalui proses pembelajaran pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan: Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keaktifan siswa. Hal ini dibuktikan oleh adanya peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran pada saat pra tindakan belum mencapai ktiteria batas ideal kemudian pada siklus I rata-rata persentase keaktifan siswa 50% dan meningkat pada siklus II yaitu sebesar 75%. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan penalaran siswa melalui tes pada akhir setiap siklus. Hal ini ditunjukkan oleh pencapaian skor rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 73,0 dan pada siklus II sebesar 80,50 dari skor ideal. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan persentase siswa yang tuntas belajar dari siklus I 75 % ke siklus II sebesar 87,5%. Hal ini diindikasikan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada pembelajaran matematika. Siswa dapat mencapai ketuntasan belajar matematika sesuai dengan kemampuan mereka dan waktu yang disediakan. Dan secara klasikal hasil belajar siswa mencapai ketuntasan lebih dari 85%. Rata-rata pelaksanaan aktivitas guru pada saat pra tindakan meningkat ke siklus I dan pada siklus I dari 3,2 meningkat menjadi 3,8 pada siklus II dengan kategori tinggi menjadi kategori sangat tinggi. Subjek yang terpilih pada penelitian ini yaitu S1, S2, dan S3 mengalami peningkatan kemampuan penalaran baik secara proses pembelajaran maupun hasil tes penalaran meskipun berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka kemampuan penalaran siswa dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan model pembelajaran matematika khususnya berbasis masalah dan untuk digunakan sebagai dasar penelitian lebih lanjut yang bersifat verifikasi dan modifikasi.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA > MATEMATIKA
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 26 Oct 2016 01:10
Last Modified: 26 Oct 2016 01:10
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/1125

Actions (login required)

View Item View Item