Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Aktivitas Belajar dan Keterampilan Metakognitif Mahasiswa pada Perkuliahan Struktur Hewan

Bahri, Arsad and Ismail, Ismail and Adnan, Adnan (2017) Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Aktivitas Belajar dan Keterampilan Metakognitif Mahasiswa pada Perkuliahan Struktur Hewan. Universitas Negeri Makassar. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
gg. LAPORAN PNBP INKUIRI ARSAD.pdf

Download (7MB) | Preview

Abstract

Salah satu penentu kualitas pendidikan adalah keberhasilan pendidikan pada perguruan tinggi. Strategi, model atau pola perkuliahan merupakan aspek penting dalam proses pendidikan selain materi untuk pencapaian kompetensi. Pengalaman belajar yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan berlangsung sangat berperan dalam pembentukan kemampuan dan menentukan kualitas dari perkuliahan. Oleh karena itu, dosen memiliki tanggung jawab membentuk pengalaman belajar mahasiswa salah satunya melalui penggunaan model dan strategi pembelajaran yang tepat. Pembelajaran sains diharapkan dapat mendorong peserta didik memenuhi kemampuan abad 21 dan salah satu kemampuan tersebut adalah keterampilan belajar dan berinovasi. Berdasarkan kurikulum 2013, proses pembelajaran IPA dapat dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan keterampilan berpikir, dan dapat mengubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif. Oleh karena itu proses perkuliahan Struktur Hewan sebagai bagian dari pembelajaran IPA pada perguruan tinggi menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Aktivitas berpikir harus pula dibarengi oleh aktivitas belajar. Belajar dikatakan berhasil apabila dapat melalui berbagai macam aktivitas, baik aktivitas fisik maupun mental. Melalui aktivitas belajar mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan serta mengonstruksi hal yang dipelajarinya berdasarkan pengetahuan yang diketahuinya sehingga dapat mengembangkan pemahaman dan berpikir kritis. Hasil observasi menunjukkan bahwa pemberdayakan keterampilan metakognitif mahasiswa masih kurang, sedangkan kemampuan metakognitif tidak dapat datang dengan sendirinya melainkan hal tersebut dilatihkan sehingga mahasiswa belum mampu membentuk sikap dan keterampilannya untuk mengatur belajarnya sendiri. Model pembelajaran yang diterapkan kurang memberikan kesempatan dan pengalaman belajar untuk mengonstruksi konsep-konsep yang dipelajari melalui proses berpikir. Oleh karena itu, perlu diterapkan model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dan keterampilan metakognitif mahasiswa dalam proses perkuliahan. Salah satu model yang sesuai dengan permasalahan di atas adalah model pembelajaran yang berbasis kontruktivistik seperti inkuiri terbimbing. Penggunaan model inkuiri terbimbing dalam proses belajar mengajar, untuk melatih mahasiswa melakukan berbagai macam aktivitas, yaitu pengamatan, penyelidikan, percobaan, membandingkan penemuan satu dengan yang lain, mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban atas pertanyaan sendiri. Pembelajaran inkuiri terbimbing bertujuan untuk memberikan cara bagi mahasiswa membangun kecakapan-kecapakan intelektual (kecakapan berpikir) terkait dengan proses-proses berpikir reflektif. Dengan demikian, mahasiswa terpancing untuk mengeluarkan ide-ide ketika pendidik mengajukan suatu masalah.

Item Type: Other
Subjects: FMIPA > PENDIDIKAN BIOLOGI - (S1)
Divisions: FAKULTAS MIPA
Depositing User: Arsad Bahri
Date Deposited: 04 May 2019 06:55
Last Modified: 04 May 2019 06:55
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/13168

Actions (login required)

View Item View Item