Tradisi Mappammula di Kalangan Petani Bugis Dusun Bakke Desa Ganra Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng

Hadinata, Irfan (2018) Tradisi Mappammula di Kalangan Petani Bugis Dusun Bakke Desa Ganra Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng. S1 thesis, UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.

[img]
Preview
Text
IRFAN Abstrak.pdf

Download (65kB) | Preview

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1). Mengapa tradisi Mappammula dilaksanakan. (2). Bagaimana proses tradisi Mappammula petani Bugis Dusun Bakke Desa Ganra Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng. (3). Bagaimana keterkaitan tradisi Mappammula dengan keberlangsungan hidup petani dan pembangunan petani di Dusun Bakke. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menggambarkan situasi-situasi secara langsung ditempat penelitian. Sementara teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mappammula di kalangan petani Bugis Dusun Bakke masih dilakukan sampai sekarang: (1). Tradisi Mappammula dilakukan sebab, adanya sosialilasi antara keluarga, masyarakat, dan lingkungan, khususnya masyarakat Dusun Bakke yang masih mempercayai adanya kekuatan gaib dan kekuatan supranatural yang ada dalam tumbuh-tumbuhan, bebatuan, dan binatang. Kalau tidak melakukan tradisi Mappammula, hasil panen akan berpengaruh saat panen yang akan datang, hasil yang didapatkan tidak memuaskan. Para pendahulu sudah melakukan tradisi Mappammula secara turun temurun, dalam bentuk wujud rasa syukur terhadap Tuhan atas rezeki baik berupa padi maupun perlindungannya, serta wujud penghormatan kepada nenek moyang dan kepada Datu Ase yaitu Dewi Sang Hyang Seri yang dipercaya menjaga padi dari hama mulai dari menanam sampai musim panen, hal tersebut sudah menjadi keyakinan masyarakat Dusun Bakke, oleh karena itu tradisi Mappammula terus dilakukan sampai sekarang. (2) Proses tradisi Mappammulla terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan tahap akhir. (a). Tahap persiapan yaitu penentuan hari untuk melaksanakan tradisi Mappammula, memanggil dewan adat untuk melakukan tradisi Mappammula. (b). Tahap pelaksanaan yaitu dewan adat mengelilingi sawah sebanyak empat kali dan menyimpan Singkeru disetiap sudut sawah, setelah itu dewan adat akan memilih batang padi jantan dan betina kemudian mengikatnya, setelah itu dewan adat mengasapi batang padi denga Dupa atau kemenyan, setelah itu pohon padi yang akan dipotong diberikan Minnya bau atau minyak wangi, setelah itu dewan adat memimpin doa, setelah berdoa barulah batang padi itu dipotong kemudian dipangku oleh dewan adat, setelah itu padi yang sudah dipotong disimpan ditempat yang sudah disediakan, kemudian diberikan kepada pemilik sawah (c). Tahap akhir yaitu padi yang sudah di pammulai dibawah pulang oleh pemilik sawah, kemudian padi tersebut disimpan di Possi Bola atau tiang pusat Rumah. (3) keterkaitan antara tradisi Mappammula dengan keberlangsungan hidup petani : selama melakukan v tradisi Mappammula dan tetap mempertahankan tradisi ini sampai sekarang, petani di Dusun Bakke, merasakan kesejahteraan dengan hasil panen yang terus meningkat, dan tidak pernah habis sampai panen tiba, petani didusun bakke juga jarang mengalami gagal panen atau mendapat kendala dalam bertani. Petani juga tidak merasakan kekhawatiran tentang malapetaka yang akan menimpahnya seperti kecelakaan kerja, hama tikus, ulat, dan siput, karena mereka tetap menjaga tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang mereka, kepercayaan mereka yang terus diperkuat oleh sosialisasi antara keluarga, masyarakat dan lingkungan, sampai sekarang menjadikan tradisi Mappammula salah satu hal yang sakral dan harus dilakukan sebelum panen raya dilaksanakan.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL > Pendidikan Antropologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 17 Jul 2018 05:30
Last Modified: 17 Jul 2018 05:30
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/9647

Actions (login required)

View Item View Item