Upacara Penyembuhan penyakit Adat Balia Etnis Kaili Kota Palu Dalam Perspektif Hukum Islam

ZAIFULLAH, ZAIFULLAH (2013) Upacara Penyembuhan penyakit Adat Balia Etnis Kaili Kota Palu Dalam Perspektif Hukum Islam. S1 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
Zaifullah.docx

Download (13kB)

Abstract

Abstrak ZAIFULLAH. 2013. “Upacara Penyembuhan penyakit Adat Balia Etnis Kaili Kota Palu Dalam Perspektif Hukum Islam” (dibimbing oleh Mahmud Tang dan Hasnawi Haris). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan proses pelaksanaan upacara penyembuhan adat Balia, (2) Menganalisis pandangan orang Islam terhadap upacara adat Balia etnis Kaili Sulawesi Tengah. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan metode analisis data yang dipakai adalah reduksi data, pemaparan data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat tiga unsur simbol instrumental tujuan dalam ritual pelaksanaan upacara penyembuhan penyakit adat Balia. (1) tahap persiapan, (2) moraro dan (3) syair vadi. Ditinjau dari perspektif hukum Islam pelaksanaan upacara penyembuhan penyakit adat Balia terbagi atas, petama makna dan simbol yang sesuai dengan syariat Islam yaitu, (1) persisapan jenis makanan, (2) Pohon tebu dan pisang dalam keadaan utuh ditanam sekitar tempat upacara adat (3) Parang (Taono) dan tampi (tombak) digunakan pada waktu menombak hewan korban (Moraro). Kedua Makna dan simbol yang tidak sesuai dengan syariat Islam yaitu, (1) Moraro Mempersiapkan hewan sebagai korban upacara dan menjadi sasaran tombak pada saat upacara adat Balia. (2) Syair vadi, yang digunakan sando sebagai bentuk pujian, doa-doa, atau permohonan kepada makhluk halus, roh leluhur atau dalam kepercayaan masyarakat etnis Kaili disebut dengan anitu. Kata Kunci : Upacara Adat, Balia, Persfektif, hukum Islam Abstract ZAIFULLAH. 2013. Balia Traditional Healing Ceremonies of Kaili Ethnics Palu City in Islamic Law Perspective (supervised by Mahmud Tang and. Hasnawi Haris). The study aimed at (1) describing the process of the implementation of Balia traditional healing ceremonies and (2) analyzing Islamic perspective on Balia traditional ceremonies of Kaili ethnics in Central Sulawesi. This study was a descriptive qualitative which employed observation, interview, and documentation methods in collecting the data. Data were analyzed by conducting data reduction, data display, conclusion, and verification. The results discovered that there were three elements of instrumental symbols of objectives in the implementation of Balia traditional healing ceremonies. (1) phase was preparation. (2) was moraro, and (3) was vadi poem. Viewed from the Islamic perspective, the implementation of Balia traditional healing ceremonies consisted of the first, meaning and symbol according to Islamic Shari'a: (1) preparation of types of food, (2) sugar cane and banana were planted at the venue of ceremonies, (3) parang (chopper) and spear were used when moraro (animals) were killed. Second, meaning and symbol. not appropriate to Islamic Shari'a: (1) moraro, preparation of the animals as the ceremonial animals and the target of spear when the ceremony was conducted, (2) vadi poem, used as sando as the forms of appraisal, praying, or requesting to the spirits or ancestral spirits or what Kaili ethnics called as anitu. Key word : Ceremonies, Balia, perspective, Islamic law

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS EKONOMI > Akuntansi
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 14 Jul 2016 02:23
Last Modified: 14 Jul 2016 02:23
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/908

Actions (login required)

View Item View Item