Green School (Sekolah Hijau) di SMA Negeri 12 Makassar

MUSRIANI, MUSRIANI (2016) Green School (Sekolah Hijau) di SMA Negeri 12 Makassar. S1 thesis, UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.

[img]
Preview
Text
GREEN SCHOOL.pdf

Download (57kB) | Preview

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana Green School (sekolah hijau) di SMA Negeri 12 Makassar, (2) Apakah faktor pendorong dan penghambat Green school di SMA Negeri12 Makassar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik dalam menentukan informan mengunakan Purposive Sampling, dengan kriteria yang digunakan yaitu kepala sekolah, wakasek kurikulum, guru, dan siswa. Jumlah informan yaitu sebanyak 10 orang dengan 1 kepala sekolah, 1 wakasek kurikulum, 6 guru dan 2 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini di analisis dengan mengunakan analisis deskriftif kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan penariakan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu triagulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Green School (Sekolah Hijau ) di SMA Negeri 12 Makassar terlaksana sesuai dengan indikator pedoman adiwiyata. Hal tersebut dilihat dari visi misi sekolah yang berwawasan lingkungan, ekstra kulikuler remaja cinta lingkungan, mata pelajaran terintegrasi mengembangkan materi upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan, pemberian reward yaitu uang tunai, piagam dan piala, bendera hijau (kelas terbersih) dan bendera hitam (kelas terkotor). kegiatan berpartisipasi yakni sabtu bersih, aksi peduli lingkungan dengan menanam pohon, pegelolaan dan pemanfaatan sampah menjadi karya seni yang bernilai ekonomis, pembutan pupuk kompos dan kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Makassar green school dan membangun kemitraan dengan SMP Negeri 8 Makassar publikasikan kegiatan pengelolaan dan pelestarian lingkungan melalui media cetak maupun media elektronik. pembelajaran lingkungan yang ramah lingkungan yaitu rumah Composting, Green House, toga (taman obat keluarga) dan sosialisasi hemat listrik dan ATK yaitu larangan mencas alat elektronik dan pemanfaatan kertas kosong.Green school merupakan upaya penyelamatan lingkungan yang di lakukan di sekolah dan terdapat pola hubungam antara manusia dan lingkungan pun harus seimbang. (2) Faktor pendorong dan penghambat green school. a) Faktor pendorong (internal) bahwa SMA Negeri 12 Makassar memiliki visi misi menghasilkan lulusan yang berprestasi, berakhlak, bertaqwa dan berbudaya serta berwawasan lingkungan dan kondisi lingkungan sekolah memang mendukung untuk mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan, (eksternal) kebijakan Pemerintah Kota Makassar bahwa semua sekolah berwawasan lingkungan untuk mewujudkan Kota Makassar dua kali lebih baik menuju Kota Dunia dan adanya kerjasama dengan Yayasan Makassar Green School (MGS) untuk memberikan sosialisasi untuk peduli dan melestarikan lingkungan serta membentuk perlombaan green school. b) Faktor penghambat dari segi waktu dan dana operasional perbaikan sarana dan prasarana pendukung pendidikan lingkungan.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL > Pendidikan Sosiologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 28 May 2018 03:39
Last Modified: 28 May 2018 03:39
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/8992

Actions (login required)

View Item View Item