KOMUNITAS ADAT CEREKANG DI KECAMATAN MALILI KABUPATEN LUWU TIMUR

ANRIANI, ANRIANI (2016) KOMUNITAS ADAT CEREKANG DI KECAMATAN MALILI KABUPATEN LUWU TIMUR. S1 thesis, UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.

[img] Text
ANRIANI.docx

Download (34kB)

Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk yang terdiri dari macam-macam suku, kepercayaan, budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda antara komunitas yang satu dengan komunitas lainnya. Perbedaan yang ada baik dalam bentuk bahasa, adat istiadat, budaya sampai pada masalah kepercayaan serta pola kehidupan lahir/terbentuk secara alamiah berdasarkan keadaan (kondisi) masing-masing daerah dan gaya berfikir masyarakatnya yang mendukung terciptanya budaya-budaya tersebut. Keanekaragaman yang disebutkan di atas merupakan ciri khas yang kemudian menjelma menjadi jati diri suatu komunitas yang membedakannya dengan komunitas lainnya. Kata Cerekang berasal dari kata cerre yang berarti di tuangkan, di mana ketika diturunkannya Latonge’ Langi’ yang bergelar Batara Guru ke ponseweni untuk menjadi manusia pertama dan sekaligus raja pertama alekawa yaitu Luwu dengan pusat kerajaan diware’ dengan syarat bahwa ia harus mengambil sebagai permaisuri puteri tertua “benua bawah”(Toddang Toja) La Matimmang Guru ri Selleng. Turunan merekalah yang akan menjadi penguasa benua tengah (alekawa; Luwu). Setelah Latonge’ Langi’ diturunkan ke Alekawa dalam bambu gading yang besar dan tiba di Ussu diantar inang pengasuh dan selirnya beserta pengikutnya, maka mulailah alekawa ditata sehingga terciptalah gunung padang, sungai dan hutan. Proses penurunan ini bagaikan air yang di tuangkan ke bumi sehingga terciptalah tanaman, hewan gunung, padang sungai, dan danau.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL > Pendidikan Antropologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 11 May 2018 02:44
Last Modified: 11 May 2018 02:44
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/8499

Actions (login required)

View Item View Item