Analisis Pemarkah Wacana yang digunakan oleh Siswa dalam Latihan Berbicara pada Tes IELTS. Sebuah Kajian tentang Kandidat IELTS di ELC Education Makassa

MUHAMMAD, RUM (2011) Analisis Pemarkah Wacana yang digunakan oleh Siswa dalam Latihan Berbicara pada Tes IELTS. Sebuah Kajian tentang Kandidat IELTS di ELC Education Makassa. S3 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
MUHAMMAD RUM..docx

Download (16kB)

ABSTRAK MUHAMMAD RUM. 2014. Analisis Pemarkah Wacana yang digunakan oleh Siswa dalam Latihan Berbicara pada Tes IELTS. Sebuah Kajian tentang Kandidat IELTS di ELC Education Makassar. (Pembimbing H. A. Qashas Rahman and Hj. Murni Mahmud) Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis-jenis pemarkah wacana beserta fungsinya yang digunakan oleh kandidat pada kelas persiapan tes IELTS di ELC Education Makassar. Peneliti menerapkan metode deskriptif. Sampel penelitian ini adalah kandidat pada kelas persiapan tes IELTS di ELC Education Makassar. Peneliti menggunakan perekam suara untuk pengumpulan data yang kemudian ditranskripsikan untuk dianalisis. Selain itu, peneliti juga mewawancarai kandidat IELTS untuk mendapatkan data yang relevan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kandidat yang mengikuti kelas persiapan tes IELTS menggunakan lima pemarkah wacana yang berbeda-beda ketika mereka berlatih tes berbicara. Pertama, kandidat menggunakan pemarkah wacana like sebagai focus marker, exemplifier, dan approximation. Kedua, kandidat IELTS juga menggunakan pemarkah wacana well yang berfungsi sebagai delay marker. Selain itu, pemarkah wacana you know juga digunakan oleh kandidat IELTS yang memiliki fungsi sebagai searching for lexical words or content information, clarification, dan explanation, signaling exemplification dan emphatic. Peneliti juga menemukan pemarkah wacana okay yang digunakan oleh kandidat IELTS yang berfungsi sebagai response marker dan hesitation marker. Pemarkah wacana yang terakhir yang ditemukan oleh peneliti adalah pemarkah wacana actually yang berfungsi sebagai pragmatic softener, marker to topic shift, dan sebagai contemplation. Berkenaan dengan penemuan baru, peneliti menemukan satu pemarkah wacana baru yang digunakan oleh kandidat pada latihan berbicara pada kelas persiapan tes IELTS. Pemarkah wacana how to say dianggap sebagai pemarkah wacan yang berfungsi sebagai clarification marker. Pemarkah wacana how to say digunakan oleh kandidat IELTS ketika merasa ragu-ragu terhadap apa yang akan dikatakan selanjutnya. ABSTRACT MUHAMMAD RUM. 2014. Analyzing the Discourse Markers Used by Students in IELTS Speaking Practice. A Study of IELTS Candidates in ELC Education Makassar. (Supervised by H. A. Qashas Rahman and Hj. Murni Mahmud) This research aimed at describing the kinds of Discourse Markers (DMs) and their function used by International English Language Testing System (IELTS) candidates in ELC Education Makassar. This research employed a descriptive research method with non-participants observer. The sample of this research was candidates of IELTS preparation class in ELC Education Makassar. The data collected through the use of audio recording and then it was transcribed to be analyzed. Besides recording the candidates’ conversation, an interview was also conducted to gain the relevant data. The study showed that the IELTS candidates taking IELTS preparation class used five different DMs when they were practicing the IELTS speaking. First, the candidates who took IELTS preparation class used Discourse Marker (DM) like with the various functions, as focus marker, as an exemplifier and as approximation. Second, DM well was also used by the candidates as delay marker. In this study the researcher broke into two parts of DM well as delay marker. The one that was clustered with another DMs and the other was not. Additionally, DM you know emerged in the IELTS speaking practice of the candidates. There were four functions that the researcher found in this study; they are DM you know as searching for lexical words or content information, as clarification and explanations or introducing an explanation, as signaling exemplification and as an emphatic. Furthermore, DM okay was also employed by the candidates as an introduction or introductory okay, as a response marker, and as hesitation marker. The last one was DM actually. DM actually emerged also in this study as a pragmatic softener, as a marker to topic shift, and as contemplation. In accordance with new finding, the researcher revealed new DM in the IELTS candidates’ speaking practice. DM how to say is considered as clarification marker when the speaker feels hesitant towards the given words that is uttered before DM how to say is placed.

Item Type: Thesis (S3)
Subjects: FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA > Bahasa Inggris
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 12 Jul 2016 02:36
Last Modified: 15 Jul 2016 02:40
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/847

Actions (login required)

View Item View Item