Hubungan Bilateral Indonesia-Australia 1998-2009.

Fathiyah, Fathiyah (2013) Hubungan Bilateral Indonesia-Australia 1998-2009. S1 thesis, FIS.

[img] Text
BAB II.docx

Download (36kB)

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan Indonesia- Australia. Secara spesifik penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kondisi hubungan Indonesia-Australia pasca Soeharto, (2) perkembangan hubungan Indonesia-Australia Dari Masa Pemerintahan BJ.Habibie sampai SBY 1998-2009, (3) dampak hubungan Indonesia-Australia terhadap Indonesia dan Australia 1998-2009. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, maka metode penelitian yang penulis gunakan adalah tipe penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka (library research) yang bersumber dari buku, jurnal, dan website yang valid. Sedangkan untuk menganalisis data penulis menggunakan metode historis, melalui tahap: Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, kerjasama Australia dan Indonesia sudah berlangsung sejak lama tetapi yang dikaji peneliti mulai pada masa pemerintahan Habibie sampai SBY. Penelitian ini menunjukkan hubungan Indonesia-Australia mengalami pasang surut (roller-coaster), ini bisa di lihat perbandingannya pada masa pemerintahan Soeharto, hubungan Indonesia- Australia cukup stabil sedangkan masa pemerintahan BJ Habibie mengalami pasang surut karena ikut campurnya Australia terhadap Timor-Timor, hal ini munculnya banyak kecurigaan terhadap Australia, diantara nya Australia menginginkan SDA yang ada di Timor-Timor,kecurigaan Indonesia di perkuat ketika referendum tahun 1999 dan tidak lama setelah itu persoalan Papua dan campur tangan Australia. Pada masa pemerintahan Abdul Rahman Wahid dengan ciri khasnya ingin mengestabilkan kembali hubungan kedua negara hal ini juga di pengaruhi Media masing-masing negara. Masa pemerintahan Megawati,hubungan ke dua negara terlihat belum stabil, ini di karenakan persoalan yang masih membekas di tahun 1999 tetapi pada persoalan Bom Bali dan Australia memberi bantuan terhadap Indonesia. Masa pemerintaha SBY semakin ditunjukkan kestabilan hubungan kedua negara karena kunjungan Howard pada pelantingan SBY tahun 2004. Hubungan kedua negara memberi pengaruh terhadap Indonesia dan Australia terutama pada bidang politik dan ekonomi. Akhir penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Hubungan Bilateral Indonesia-Australia mengalami pasang surut dan dipengaruhi oleh media dari kedua belah pihak.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL > Pendidikan Sejarah
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 30 Apr 2018 06:11
Last Modified: 30 Apr 2018 06:11
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/8286

Actions (login required)

View Item View Item