Penerapan Penilaian Autentik pada Mata Pelajaran Seni Budaya di SMP se Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa

ROSTIAH, ROSTIAH (2015) Penerapan Penilaian Autentik pada Mata Pelajaran Seni Budaya di SMP se Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. S2 thesis, Pascasarjana.

[img] Text
Artikel.docx

Download (106kB)

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan penilaian autentik pada mata pelajaran seni budaya kelas VII di SMP se Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa dilihat pada aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan mengunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan format wawancara, lembar observasi dan dokumentasi dengan objek penelitian adalah guru yang mengajar mata pelajaran seni budaya kelas VII semester genap Tahun Ajaran 2014/2015 di SMP se kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Hasil penilaian menunjukkan bahwa: 1) perencanaan/persiapan pembelajaran seni budaya pada SMP Negeri 1 Pallangga, SMP Negeri 4 Pallangga, SMP Negeri 5 Pallangga dan SMP Askari Pallangga, pada indikator a) perencanaan dan persiapan semua menjawab “Ada” dengan indikator 100 persen dengan kategori sangat baik, b) pelaksanaan pembelajaran terlaksana, masing-masing indikator yaitu: SMPN 1 Pallangga 68 persen, SMPN 4 Pallangga 80 persen, SMP Negeri 5 Pallangga 64 dan SMP Askari Pallangga 80 persen dengan kategori baikdan cukup baik, dan c) hasil pembelajaran terlaksana masing-masing indikator yaitu: SMPN 1 Pallangga 63 persen, SMPN 4 Pallangga 75 persen, SMPN 5 Pallangga 63 persen dan SMP Askari Pallangga 87 persen dengan kategori baik dan cukup. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dikemukakan beberapa saran sehubungan dengan upaya penerapan penilaian autentik pada mata pelajaran seni budaya kelas VII di SMP se Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa: Pemerintah masih perlu melaksanakan sosialisasi dan pelatihan tentang penerapan penilaian autentik pada kurikulum 2013, karena berdasarkan hasil penelitian kurang terlaksananya penerapan penilaian autentik dalam K. 13 di sebabkan karena guru belum memahami secara mendalam pelaksanaan K. 13 di lapangan. Memerlukan instrument penilaian yang lebih sederhana, serta membutuhkan peran pemerintah dalam melengkapi sarana dan prasana di tiap-tiap sekolah demi menunjang terlaksananya K. 13. Kepada para peneliti selanjutnya agar melanjutkan penelitian ini, untuk mengetahui lebih dalam hal-hal yang menghambat penerapan penilaian autentik dalam penerapan K. 13 agar dapat berjalan secara optimal.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA > PENDIDIKAN SENI RUPA - (S2)
PASCASARJANA
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 30 Apr 2018 00:42
Last Modified: 30 Apr 2018 00:42
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/8162

Actions (login required)

View Item View Item