Pemimpinan “Uwatta” dalam Komunitas Tolotang Benteng di Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang

MAIDIN, RUSDI (2015) Pemimpinan “Uwatta” dalam Komunitas Tolotang Benteng di Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang. S3 thesis, Pascasarjana.

[img] Text
JURNAL INTERNASIONALRUSDI.docx

Download (28kB)

ABSTRAK Studi ini menelaah tentang tipelogi Kepemimpinan Uwatta dalam Komunitas Tolotang Benteng. Istilah Tolotang berasal dari kata Toriolota dan To berasal dari kata Tau atau orang, Riolota artinya yang dulu sedangkan Benteng bermakna pertahanan yang kuat. Jadi Tolotang Benteng artinya orang yang kokoh mempertahankan kepercayaan orang dulu (nenek moyang). Tujuan penelitian yang hendak di capai sebagai berikut: (1) untuk mengetahui lebih mendalam struktur sosial baik dimensi vertical maupun dimensi horizontal dalam Komunitas Tolotang Benteng, (2) untuk mengkaji lebih mendalam tentang pola hubungan social yang berkaitan dengan Komunitas Tolotang Benteng, (3) untuk mengkaji lebih spesifik tentang Tipelogi Kepemimpinan Uwa Komunitas Tolotang Benteng. Penelitian ini bersifat studi kasus , mengambil informan sebanyak 22 orang dari berbagai kalangan yaitu Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat (Toma), Tokoh Agama (Toga), Tokoh Pemuda (Topem), Tokoh Formal dan Komunitas Tolotang Benteng. Penelitian ini adalah deskriftif kualitatif, pemilihan informan dengan cara snowball sampling di mana peneliti sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data adalah pengamatan (obeservasi), wawacara mendalam (indepth interview) dan dokumentasi, teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan tahap pengenmbangan yang kemudian di deskripsikan dalam laporan penelitian. Temuan hasil penelitian ini dari struktur social sebagai berikut: (1) kepemimpinan Uwatta berdasarkan kelahiran yaitu keturunan La Panaungi Stratifikasi sosial yang tertinggi adalah golongan Uwatta (yaitu golongan Uwa yang sudah di lantik dan di sumpah atau Majjujung Bunga), Golongan para Uwa/Tomatoa-tomatoa. Kemudian golongan iye’ adalah kelompok menengahdan golongan To biasa, Secara struktural atau kelembagaan Komunitas Tolotang Benteng tidak mengenal golongan “Ata” (budak), (2) dalam pola hubungan sosial di temukan bahwa selain Uwatta memiliki peranan penting sebagai pemimpin spiritual dalam kepercayaan Tolotang Benteng. Dan juga Uwatta berperan penting sebagai pemimpin informal dalam masyarakat, (3) tipelogi kepemimpinan yang dimiliki oleh Uwatta adalah kepemimpinan Kharismatik, komunikatif dan komunikasi kepemimpinan yang digunakan adalah Model Komunikasi Kepemimpinan lima Jari-jari tangan Kata Kunci: Uwatta, Kepemimpinan dan Komunitas Tolotang Benteng

Item Type: Thesis (S3)
Subjects: PASCASARJANA > SOSIOLOGI - (S3)
PASCASARJANA
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 25 Apr 2018 03:43
Last Modified: 25 Apr 2018 03:43
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/8052

Actions (login required)

View Item View Item