Campur Kode dan Alih Kode dalam Interaksi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba

SUHARTINA, SUHARTINA (2016) Campur Kode dan Alih Kode dalam Interaksi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba. S2 thesis, Pascasarjana.

[img] Text
BAB I.docx

Download (24kB)

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan, (1) mendeskripsikan dan mengeksplanasi bentuk campur kode dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan dan mengeksplanasi bentuk alih kode dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia, (3) mendeskripsikan dan mengeksplanasi penyebab terjadinya campur kode dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia, dan (4) mendeskripsikan dan mengeksplanasi penyebab terjadinya alih kode dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini mengambil lokasi di kelas VI SDN 156 Kalukubodo, 158 Benjala dan 159 Limbua. Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan mentranskrip data rekaman ke dalam bentuk tulisan, mengklasifikasikan data/tuturan berdasarkan wujud campur kode dan alih kode tuturan dan bentuk konstruksinya; membaca data hasil wawancara guru dan siswa tentang campur kode dan alih kode; mendeskripsikan data hasil wawancara guru dan siswa tentang campur kode dan alih kode; dan membuat simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode dan alih kode terjadi dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba.Wujud campur kode yang terjadi dalam bentuk kata, kata baster, kata ulang, frasa, klausa dan idiom atau ungkapan. Wujud alih kode yang terjadi berupa alih kode bahasa (alih kode internal) dan alih kode ragam. Penyebab terjadinya campur kode adalah (1) identifikasi peranan, (2) identifikasi ragam, (3) keinginan untuk menjelaskan, (4) penutur ingin memberi rasa hormat terhadap mitra tutur, dan (5) kesalahan tuturan guru. Penyebab terjadinya alih kode (1) bilingualisme (kedwibahasaan) penutur mempunyai kemampuan menggunakan dua bahasa atau lebih dalam berkomunikasi, (2) pembicara atau penutur, (3) pendengar atau mitra tutur, (4) perubahan suasana hati penutur, dan (5) perubahan topik.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA
PASCASARJANA > BAHASA INDONESIA
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 24 Apr 2018 06:10
Last Modified: 24 Apr 2018 06:10
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/7974

Actions (login required)

View Item View Item