Implementasi Standar Pelayanan Minimal pada SMP Negeri di Kabupaten Mamuju Utara

Baso, Paewai (2013) Implementasi Standar Pelayanan Minimal pada SMP Negeri di Kabupaten Mamuju Utara. S2 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
Baso Paewai.docx

Download (15kB)

ABSTRAK BASO PAEWAI. 2014. Implementasi Standar Pelayanan Minimal pada SMP Negeri di Kabupaten Mamuju Utara (dibimbing oleh H. Muhammad Ardi dan Wahira). Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran Implementasi Standar Pelayanan Minimal Pada SMP Negeri di Kabupaten Mamuju Utara, (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan faktor-faktor yang menghambat Implementasi Standar Pelayanan Minimal pada SMP Negeri di Kabupaten Mamuju Utara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif evaluatif. Penelitian ini dilakukan di tiga lokasi yaitu di SMP Negeri 4 Pasangkayu, SMP Negeri 5 Pasangkayu, dan SMP Negeri 11 Pasangkayu. Sumber data ditetapkan secara purposive antara lain kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, bendahara dan ketua komite sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan telaah dokumentasi. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan melakukan reduksi data, penyajian , interpretasi data, dan selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelayanan minimal pada SMP Negeri di Kabupaten Mamuju Utara belum terpenuhi. Dari enam komponen Standar Pelayanan Minimal, hanya komponen Kurikulum dan Penilaian Pendidikan yang sudah memenuhi persyaratan, sementara empat komponen lainnya yaitu Sarana dan Prasarana, Ketenagaan, Penjaminan Mutu Pendidikan, dan Manajemen Sekolah belum memenuhi kriteria yang dipersyaratkan. Faktor-faktor yang mendukung implementasi standar pelayanan minimal di sekolah adalah adanya kesiapan semua pihak sekolah terutama guru, adanya peran aktif komite sekolah, dan aktifnya pengawas sekolah memantau penyelenggaraan pendidikan. Faktor-faktor yang menghambat implementasi standar pelayanan minimal di sekolah adalah kurangnya sarana prasarana seperti ruang kelas, laboratorium, dan ruangan kepala sekolah; kurangnya tenaga guru; tidak adanya supervisi kelas dan tidak transparansinya kepala sekolah dalam mengelola anggaran sekolah. ABSTRACT BASO PAEWAI. 2014. The Implementation of Minimal Service Standard at SMPN in North Mamuju District (supervised by H. Muhammad Ardi and Wahira). The study aims at examining (1) the description of the implementation of minimal service standard at SMPN in North Mamuju district, (2) the supporting and inhibiting factors of the implementation of minimal service standard at SMPN in North Mamuju district. The study is a qualitative research with descriptive evaluative approach. The study was conducted at SMPN 4 Pasangkayu, SMPN 5 Pasangkayu, and SMPN 11 Pasangkayu. Data sources of the study were the principals, vice principals, teachers, treasurers, and school committee which determined purposively. Data were collected through interview, observation, and documentation. Data were analyzed by descriptively by conducting the data reduction, data presentation, data interpretation and conclusing drawing. The results of the study revealed that the implementation of minimal service standard at SMPN in North Mamuju district has not yet fulfilled. From six component of minimal service standards only curriculum and evaluation on education component have fulfilled the requirements, while four other components namely facility and infrastructure, workforce, quality assurance of education, and school management have not fulfilled the required criteria. The supporting factors of the implementation of minimal service standard in school are the readiness of all parties in schools particularly teachers, active participation of school committees, and active roles of supervisors in monitoring the implementations of education. The inhibiting factors of the implementation of minimal service standard in school are lack of facility and infrastructure such as classroom, laboratory, and principal’s room; lack of teachers; lack of transparency and no class supervision by the principals in managing the schools.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: ILMU PENDIDIKAN > Pendidkan
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 28 Jun 2016 05:16
Last Modified: 28 Jun 2016 05:16
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/797

Actions (login required)

View Item View Item