Analisis Semiotika Roland Barthes pada Novel Tempurung Karya Oka Rusmini

Lilis, Lilis (2012) Analisis Semiotika Roland Barthes pada Novel Tempurung Karya Oka Rusmini. S1 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
Lilis.docx

Download (14kB)

ABSTRAK Lilis, 2012. “Analisis Semiotika Roland Barthes pada Novel Tempurung Karya Oka Rusmini .” Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Ahyar Anwar sebagai Pembimbing I dan Asia M. sebagai Pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem kode novel Tempurung karya Oka Rusmini ditinjau berdasarkan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data penelitian ini adalah kalimat yang mengandung kode hermeneutika, kode semik, kode simbolik, kode proaretik, dan kode gnonik yang terdapat pada novel Tempurung karya Oka Rusmini. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Tempurung karya Oka Rusmini yang diterbitkan oleh PT Gramedia Widiasarana Indonesia tahun 2010 cetakan pertama dengan tebal 460 halaman. Disertai teori sistem kode Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kode yang ditemukan dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini menunjukkan bahwa Kode hermeneutik dalam nonel Tempurung karya Oka Rusmini menunjukkan pertanyaan dan teka-teki yang muncul. Kode semik yang tampak kuat di dalam novel ini adalah konotasi tokoh yang menggambarkan beragam karakter tokoh perempuan yang rapuh namun tegar dalam menjalani hidupnya. Kode simbolik dalam naskah novel Tempurung karya Oka Rusmini terjadi pertentangan-pertentangan dan perlawananan. Kode proaretik yang terdapat dalam novel menampakkan banyak tindakan/aksi yang dinamis dalam wujud perbuatan, hal itu terlihat melalui oposisi gerak yaitu aktif. Kode gnonik dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini memberikan referensi budaya. Novel ini memunculkan beragam budaya Bali, baik yang mengandung sistem pengetahuan maupun sistem nilai yang Menjadi kebiasaan masyarakat Bali sampai sekarang. Ada pun saran dalam penelitian ini adalah (1) Bagi peneliti selanjutnya, untuk lebih mengkaji dan mengembangkan kajian semiotika, yang tidak hanya menekankan pada analisis sistem kode tetapi menggunakan teori semiotika yang lain sebagai pisau bedah. (2) Bagi pembaca, hendaknya dapat memahami makna yang terkandung dalam karya sastra yang dibacanya, khususnya pada novel Tempurung karena didalamnya terdapat pesan-pesan moral dan teka-teki yang menjadi gaya tarik tersendiri.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: ILMU PENDIDIKAN > Pendidkan
Divisions: ?? sch_edu ??
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 25 Apr 2016 06:51
Last Modified: 25 Apr 2016 06:51
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/79

Actions (login required)

View Item View Item