Tindak Tutur Bahasa Indonesia Komunitas Prajurit TNI-AD Rindam XIV/Hasanuddin: Suatu Tinjauan Sosiopragmatik

Wijayanti, Tuti (2017) Tindak Tutur Bahasa Indonesia Komunitas Prajurit TNI-AD Rindam XIV/Hasanuddin: Suatu Tinjauan Sosiopragmatik. S2 thesis, Pascasarjana.

[img] Text
jurnal interrnasional .docx

Download (49kB)

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan dan menginterpretasikan bentuk tindak tutur yang digunakan antara komunitas prajurit TNI-AD Rindam XIV/Hasanuddin dalam penggunaan bahasa Indonesia.(2) Mendeskripsikan dan menginterpretasikan tindak tutur antara komunitas prajurit TNI-AD Rindam XIV/Hasanuddin dalam penggunaan bahasa Indonesia dilihat dari bahasa dan kekuasaan, (3) Mendeskripsikan dan menginterpretasikan tindak tutur antara komunitas prajurit TNI-AD Rindam XIV/Hasanuddin dalam penggunaan bahasa Indonesia dilihat dari gaya bahasa, (4) Mendeskripsikan dan menginterpretasikan tindak tutur antara komunitas prajurit TNI-AD Rindam XIV/Hasanuddin dalam penggunaan bahasa Indonesia dilihat dari pilihan kata, dan (5) Mendeskripsikan dan menginterpretasikan tindak tutur antara komunitas prajurit TNI-AD Rindam XIV/Hasanuddin dalam penggunaan bahasa Indonesia dilihat dari bentuk kalimat. Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang memfokuskan pada tindak tutur prajurit TNI-AD Rindam XIV/Hasanuddin dalam penggunaan bahasa Indonesia, dilihat dari bentuk tindak tutur, bahasa dan kekuasaan, gaya bahasa, pilihan kata, dan bentuk kalimat. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik perekaman. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Analisis data penelitian dilakukan melalui model interaktif yang diperkenalkan oleh Miles dan Huberman, yakni: (1) identifikasi, (2) reduksi data, (3) penyajian data,(4) penyimpulan sementara/verifikasi, dan (5) kesimpulan akhir dan rekomendasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa berkaitan dengan bentuk tindak tutur, terdapat lima jenis tindak tutur yang digunakan oleh komunitas prajurit TNI-AD (1) tindak tutur representatif, yaitu: menyatakan, melaporkan, menyebutkan, dan menjelaskan, (2) tindak tutur direktif, yaitu: menyuruh/memerintah, menyarankan, meminta, dan memohon, (3) tindak tutur ekspresif, yaitu: memuji, mengkritik, meminta maaf, dan berterima kasih, (4) tindak tutur komisif, yaitu: berjanji, mengancam, dan bersumpah, (5) tindak tutur deklaratif, yaitu: memutuskan, membatalkan, dan mengizinkan. Berkaitan dengan bahasa dan kekuasaan (1) tindak tutur direktif, yaitu: menyuruh, (2) tindak tutur ekspresif, yaitu: memberikan kritikan, (3) tindak tutur komisif, yaitu: mengancam, (5) tindak tutur deklaratif, yaitu: memutuskan, membatalkan, dan mengizinkan. Dilihat dari gaya bahasa, terbagi menjadi dua (1) aspek kebahasaan meliputi berdasarkan pilihan kata, yaitu: representatif, direktif, ekspresif, komisi, dan deklaratif. Berdasarkan nada, yaitu: sederhana, mulia dan bertenaga, dan menengah. (2) aspek nonkebahasaan, yaitu: medium, subjek, tempat, dan tujuan. Tujuan meliputi pernyataan, melaporkan, dan menegaskan. Dilihat dari pilihan kata dibagi menjaadi: (1) bentuk meliputi sederhana, kompleks, istilah asing, dan akronim, (2) makna meliputi langsung/denotatif dan tidak langsung/konotatif, (3) situasi subjeknya. Dilihat dari bentuk kalimat terbagi menjadi: (1) kalimat deklaratif meliputi representatif, komisi, ekspresif, dan deklaratif. Deklaratif terbagi dua lagi, yaitu: konstatif dan performatif, (2) interogatif meliputi direktif, komisi, dan deklaratif, (3) imperatif meliputi direktif, ekspresif, komisi, dan deklaratif. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menyarankan (1) prajurit TNI-AD untuk menggunakan bentuk tindak tutur sesuai dengan kaidah, tanpa harus meninggalkan karakteristik bahasa militer, (2) pelatih prajurit TNI-AD untuk mengembangkan kompetensi berbahasanya, (3) prajurit yang mempunyai otoritas untuk membangun dominasi agar tidak membangun bahasa yang justru memperlihatkan diskriminasi, (4) pemerhati bahasa, untuk mengembangkan kajian kebahasaan dengan tinjauan sosiopragmatik, (5) peneliti selanjutnya, dapat mengkaji materi kebahasaan dengan tinjauan sosiopragmatik, terutama pada aspek yang belum dikembangkan dalam penelitian ini.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA > BAHASA INDONESIA
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 13 Apr 2018 01:13
Last Modified: 13 Apr 2018 01:13
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/7378

Actions (login required)

View Item View Item