Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Bone Bolango

Dian Susilo, Rahardjo T (2014) Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Bone Bolango. S3 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
DIAN SUSILO RAHARDJO TJARBO S.doc

Download (31kB)

ABSTRAK DIAN SUSILO RAHARDJO TJARBO S. Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Bone Bolango (dibimbing oleh Makmur, Heri Tahir, dan Haedar Akib). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Bone Bolango dengan berfokus pada: (1) menganalisis dan menjelaskan akses masyarakat mendapatkan informasi untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan, (2) menganalisis dan menjelaskan komitmen pemerintahan daerah untuk melibatkan masyarakat dalam Perencanaan pembangunan, (3) menganalisis dan menjelaskan respon masyarakat untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan, dan (4) menganalisis dan menjelaskan kapasitas masyarakat untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif, yakni mendeskripsikan dan menganalisis tentang akses masyarakat mendapatkan informasi, komitmen pemerintahan daerah, respon masyarakat, dan kapasitas masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Data diperoleh melalui dua sumber data, yakni dokumen dan informan. Pengumpulan datanya dilakukan melalui teknik dokumentasi dan wawancara. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) akses masyarakat mendapatkan informasi untuk berpartisipasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa dan kecamatan tergolong sedang karena penyampaian informasi pembangunan masih jarang, sedangkan pada Forum SKPD dan Musrenbang kabupaten tergolong tinggi karena masyarakat dan perencana dapat saling memberikan informasi perencanaan pembangunan, sementara itu pada pembahasan APBD tergolong rendah karena masyarakat masih sulit mengakses informasi tentang pembahasan APBD; (2) komitmen Pemerintahan Daerah untuk melibatkan masyarakat dalam perencanaan pembangunan tergolong sedang yang ditandai adanya dukungan penyelenggaraan musrenbang hingga ke tingkat desa, sedangkan keterpaduan masyarakat, SKPD dan DPRD masih kurang; (3) respon masyarakat untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan tergolong sedang yang ditunjukkan dengan keaktifan masyarakat dalam musrenbang namun usulan masyarakat yang terakomodasi menjadi program masih terbatas; (4) kapasitas masyarakat untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan di tingkat desa dan kecamatan tergolong sedang karena pengetahuan, kemampuan kolaborasi dan negosiasi yang dilakukan masih terbatas mengenai perencanaan pembangunan. Pada tingkat forum SKPD, musrenbang kabupaten dan pada tingkat pembahasan APBD tergolong tinggi karena pengetahuan serta kemampuan berkolaborasi dan negosiasi para penyelenggara Forum SKPD, musrenbang kabupaten dan pembahasan APBD cukup memadai. ABSTRACT DIAN SUSILO RAHARDJO TJARBO S. 2012. Community Participation In Development Planning In Bone Bolango District (supervised by Makmur as Promoter, Heri Tahir, and Haedar Akib as Co-promoters). This study aimed at analyzing the participation of people in the development planning in Bone Bolango District which focused (1) the analysis and description on the access of the people to gain information to participate in development planning, (2) the analysis and description on the commitment of local government to involve the people in the development planning, (3) the analysis and description on the response of the people to participate in the development planning, dan (4) the analysis and description on capacity of the people to participate in the development planning. This study was a descriptive- qualitative research, which describes and analyzes on the access of the people to gain information, the commitment of the local governmental, the response of the people, and the capacity of the people in development planning. Data were collected by employing documentation technique and interview. The data were analyzed by using descriptive- qualitative analysis. The result of the study revealed that (1) the access of the people to gain information to participate in the meeting of village development planning and the subs district was in the fair category because the information deliverance was rare; where as in SKPD Forum and Musrenbang of district were in high category because the people and the planner were exchanging in the information on the development planning; whereas the discussion on APBD was in low category because the people was hardly access the information about the APBD; (2) the commitment of the local development to involve the people in the development planning was in fair category, indicated by the support of implementation of Musrenbang in the village; whereas, the people, SKPD and DPRD were still lack of integration; (3) the response response of the people to participate in the development planning was in fair category, indicated by active participation of the people in Musrenbang, however the proposal from the people to be included in the program was still limited; and 4) the capacity of the people to participate in the the level of the village and the subdistrict was in fair category because the knowledge, the ability of collaboration and negotiation were still limited on the development planning. In the level of SKPD Forum, Musrenbang of district and in APBD discussion was in high category because the knowledge as well as the ability of collaboration and negotiation of the organizer of the SKPD Forum, Musrenbang of district and APBD discussion were sufficient.

Item Type: Thesis (S3)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL > ILMU SOSIAL
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 23 Jun 2016 06:59
Last Modified: 23 Jun 2016 06:59
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/730

Actions (login required)

View Item View Item