Penyimpangan Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Belajar-Mengajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Panca Rijang Sidenreng Rappang.

MUSYAWIR, MUSYAWIR (2017) Penyimpangan Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Belajar-Mengajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Panca Rijang Sidenreng Rappang. S2 thesis, Pascasarjana.

[img] Text
JURNAL PENELITIAN MUSYAWIR (S-2).docx

Download (54kB)

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa dan penyebab penyimpangannya. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Teori utama yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian adalah teori pragmatik, Geoffrey Leech tentang prinsip kesantunan berbahasa. Data dalam penelitian ini adalah seluruh tuturan siswa atau wacana percakapan lisan dan informasi situasi tutur. Adapun sumber datanya diperoleh dari siswa kelas XI SMA Negeri 2 Panca Rijang Sidenreng Rappang. Penelitian ini difokuskan pada tuturan yang terjadi dalam interaksi belajar-mengajar untuk mengetahui wujud jenis dan penyebab penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa di kelas XI SMA Negeri 2 Panca Rijang Sidenreng Rappang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik rekam, teknik catat, dan wawancara tidak terstruktur. Analisis data melalui empat tahapan,yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian sekaligus penganalisisan data dengan teori pragmatik, Geoffrey Leech tentang prinsip kesantunan berbahasa, dan penyimpulan/verifikasi. Keabsahan data diperoleh melalui ketekunan pengamatan, perpanjangan pengamatan, pemeriksaan dan diskusi sejawat, serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa yang terjadi dalam interaksi belajar-mengajar bahasa Indonesia siswa kelas XI SMA Negeri 2 Panca Rijang Sidenreng Rappang, yakni penyimpangan tunggal dan penyimpangan ganda. Penyimpangan tunggal meliputi (1) penyimpangan maksim kearifan, (2) penyimpangan maksim kedermawanan, (3) penyimpangan maksim pujian, (4) penyimpangan maksim kerendahan hati, dan (5) penyimpangan maksim kesepakatan serta (6) penyimpangan maksim kesimpatian, sedangkan penyimpangan ganda meliputi (1) penyimpangan maksim kearifan dan maksim kedermawanan, (2) penyimpangan maksim kearifan dan maksim kesepakatan, (3) penyimpangan maksim kearifan dan maksim pujian, (4) penyimpangan maksim kearifan dan maksim kerendahan hati, (5) penyimpangan maksim kedermawanan dan maksim pujian, (6) penyimpangan maksim kearifan dan maksim kesimpatian, (7) penyimpangan maksim kedermawanan dan maksim kesepakatan, dan (8) maksim kerendahan hati dan maksim kesepakatan. Jenis penyimpangan yang paling sering muncul yaitu maksim kearifan, yaitu sebanyak 39 kali dengan persentase 30%. Penyebab penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa dalam interaksi belajar-mengajar bahasa Indonesia siswa kelas XI SMA Negeri 2 Panca Rijang Sidenreng Rappang meliputi (1) penyimpangan disebabkan oleh penutur sengaja menuduh mitra tutur, (2) sengaja berbicara tidak sesuai dengan konteks, (3) protektif terhadap pendapat, (4) dorongan rasa emosi penutur, (5) kritik secara langsung dengan kata-kata kasar, dan (6) mengejek serta (7) tidak memberikan rasa simpati kepada mitra tutur. Penyebab penyimpangan yang paling sering muncul yaitu kritik secara langsung dengan kata-kata yang kasar, dorongan rasa emosi penutur, dan mengejek. Oleh karena itu, peserta tutur hendaknya dapat memahami dan menerapkan prinsip kesantunan berbahasa sebagai wujud ekspresi dengan cara yang baik atau beretika.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA
PASCASARJANA > BAHASA INDONESIA
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 10 Apr 2018 07:29
Last Modified: 10 Apr 2018 07:29
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/7298

Actions (login required)

View Item View Item