Pengaruh Metode Latihan Kekuatan Lengan dan Power Otot Tungkai terhadap Kemampuan Jumping Smash dalam Permainan Bulutangkis di BKMF Bulutangkis FIK UNM

NURSAM, NURSAM (2016) Pengaruh Metode Latihan Kekuatan Lengan dan Power Otot Tungkai terhadap Kemampuan Jumping Smash dalam Permainan Bulutangkis di BKMF Bulutangkis FIK UNM. S2 thesis, Pascasarjana.

[img] Text
3. BAB I ok fiks.docx

Download (37kB)

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui Secara keseluruhan, apakah bentuk latihan Cable Crossover dan bentuk latihan pullover memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kemampuan Jumping Smash dalam permainan bulutangkis di BKMF bulutangkis FIK UNM. (2) Untuk mengetahui apakah Terdapat interaksi antara bentuk latihan kekuatan lengan dengan Power otot tungkai terhadap kemampuan Jumping Smash dalam permainan bulutangkis di BKMF bulutangkis FIK UNM. (3) Untuk mengetahui apakah bentuk latihan Cable Crossover dan bentuk latihan pullover memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kemampuan Jumping Smash dalam permainan bulutangkis bagi mahasiswa yang memiliki Power otot tungkai tinggi di BKMF bulutangkis FIK UNM. (4) Untuk mengetahui apakah bentuk latihan Cable Crossover dan bentuk latihan pullover memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kemampuan Jumping Smash dalam permainan bulutangkis bagi mahasiswa yang memiliki Power otot tungkai rendah di BKMF bulutangkis FIK UNM. Jenis ini adalah penelitian eskperimen dengan rancangan faktorial design 2x2. Populasinya adalah Populasi pada BKMF bulutangkis FIK UNM sebanyak 40 mahasiswa. Pemilihan sampel menggunakan teknik Random sampling dan menghasilkan 30 sampel. 30 sampel tersebut di acak kembali untuk menentukan 15 sampel masuk dalam kelompok metode latihan Cable Crossover dan 15 orang sampel lainnya masuk dalam kelompok metode latihan pullover. Kemudian diurut dari skor tertinggi sampai dengan skor terendah. Setiap kelompok metode latihan di ambil 27% = (4, 05) dari 15 sampel dan dibulatkan menjadi 5 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Secara keseluruhan kemampuan Jumping Smash dalam permainan bulutangkis melalui bentuk latihan pullover lebih baik dari pada bentuk latihan Cable Crossover, terbukti dengan nilai rata-rata kelompok Latihan Crossover Power adalah 22,30, sedangkan untuk rata-rata kelompok Latihan Pullover adalah 24,30. Terdapat interaksi antara bentuk latihan kekuatan lengan dengan Power otot tungkai terhadap kemampuan Jumping Smash dalam permainan bulutangkis terbukti dengan nilai Latihan Kekuatan Lengan*Power adalah 0,004 < 0,05. Bagi mahasiswa yang memiliki Power otot tungkai tinggi, kemampuan Jumping Smash dalam permainan bulutangkis melalui bentuk latihan Cable Crossover lebih baik dari pada bentuk latihan pullover. Terbukti dengan rata-rata kelompok Latihan Crossover Power Otot Tungkai Tinggi adalah 25,20 sedangkan kelompok Latihan Pullover Power Otot Tungkai Tinggi adalah 23,00. Bagi mahasiswa yang memiliki Power otot tungkai rendah, kemampuan Jumping Smash dalam permainan bulutangkis melalui bentuk latihan pullover lebih baik dari pada bentuk latihan Cable Crossover. Terbukti dengan nilai kelompok Latihan Crossover Power Otot Tungkai Rendah adalah 19,40 sedangkan pada kelompok Latihan Pullover Power Otot Tungkai Rendah adalah 25,60.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA
PASCASARJANA > Jasmani dan Olahraga (S2)
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 04 Apr 2018 06:45
Last Modified: 04 Apr 2018 06:45
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/6790

Actions (login required)

View Item View Item