Efektivitas Model Inkuiri dengan Pendekatan Santifik dan Metode Penemuan Terbimbing materi Fungsi dalam Pembelajaran Materi Fungsi Di Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Bulukumba

NURHANI, NURHANI (2016) Efektivitas Model Inkuiri dengan Pendekatan Santifik dan Metode Penemuan Terbimbing materi Fungsi dalam Pembelajaran Materi Fungsi Di Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Bulukumba. S2 thesis, Pascasarjana.

[img] Text
(5) JURNAL NURHANI.docx

Download (56kB)

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen dengan menggunakan desain one-group pretest-posttest yang bertujuan untuk mendeskripsikan (i) aktifitas peserta didik terhadap penerapan model inkuiri dengan pendekatan saintifik dan metode penemuan terbimbing; (ii) respon peserta didik terhadap penerapan model inkuiri dengan pendekatan saintifik dan metode penemuan terbimbing; (iii) hasil belajar peserta didik terhadap penerapan model inkuiri dengan pendekatan saintifik dan metode penemuan terbimbing; (iv) keefektifan penerapan model inkuiri dengan pendekatan saintifik dan metode penemuan terbimbing , pada pembelajaran materi fungsi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 2 Bulukumba yang terdiri dari 5 kelas yang berjumlah 191 orang peserta didik. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan teknik random sampling dan yang terpilih adalah kelas XI IPA 1 sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa lembar observasi untuk mengukur aktivitas belajar peserta didik, tes hasil belajar untuk mengukur hasil belajar ranah pengetahuan, lembar observasi untuk keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respons peserta didik untuk mengetahui respon peserta didik terhadap proses pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan statistic deskriptif dan statistic inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan model inkuiri dengan pendekatan saintifik dan metode penemuan terbimbing (i) aktivitas peserta didik selama pembelajaran berada pada kategori baik dengan rata-rata sebesar 3,4 (ii) Respon peserta didik terhadap pembelajaran berada pada kategori positif dengan rata- rata sebesar 3,5 (iii) Rata-rata pencapaian hasil belajar peserta didik setelah penerapan pembelajaran adalah 80,10, lebih besar dari kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang digunakan di tempat penelitian yaitu 75,00. Secara klasikal hasil belajar peserta didik setelah pembelajaran yaitu 73,7 % belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Berdasarkan analisis one-Sample T Test diperoleh nilai p sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dengan demikian disimpulkan bahwa rata-rata gain ternormalisasi peserta didik yang diajar dengan model inkuiri dengan metode penemuan terbimbing lebih besar dari 2,9 yang berarti bahwa peningkatan kemampuan peserta didik minimal berada pada kategori sedang (iv) Pembelajaran model inkuiri dengan pendekatan saintifik dan metode penemuan terbimbing belum efektif, karena ketuntasan klasikal belum tercapai walaupun aktivitas peserta didik sudah baik, respon peserta didik positif dan hasil belajar peserta didik melebihi nilai KKM.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA
PASCASARJANA > MATEMATIKA
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 03 Apr 2018 03:40
Last Modified: 03 Apr 2018 03:40
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/6629

Actions (login required)

View Item View Item