Pembelajaran Seni Kriya Dengan Cara Mozaik Bahan Pelepah Pisang Kering Di Kelas VIII B SMP Neri 22 Bantimurung Kabupaten Maros

HARIS M., HARIS M. (2016) Pembelajaran Seni Kriya Dengan Cara Mozaik Bahan Pelepah Pisang Kering Di Kelas VIII B SMP Neri 22 Bantimurung Kabupaten Maros. S2 thesis, Pascasarjana.

[img] Text
Artikel Haris.docx

Download (819kB)

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (i) Untuk mendeskripsikan pembelajaran seni kriya dengan cara mozaik bahan pelepah pisang kering siswa kelas VIII B SMP Negeri 22 Bantimurung Kabupaten Maros, dalam berkarya seni kriya dengan cara mozaik bahan pelepah pisang kering; (ii). Untuk mendeskripsikan adanya kendala siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Bantimurung Kabupaten Maros dalam berkarya seni kriya dengan teknik mozaik. Adapun manfaat penelitian terdiri atas manfaat teoritas yakni hasil penelitian diharapkan bisa memperkaya dan menambah wawasan bagi pengembang ilmu dalam bidang seni, terutama menerapkan teknik mozaik dalam berkarya seni kriya dan manfaat praktis yakni hasil penelitian dapat bermanfaat bagi guru seni rupa sebagai dasar untuk menerapkan metode pembelajaran seni rupa di kelas, khususnya metode pembelajaran seni kriya dengan cara mozaik. Penelitian ini menggunakan penelitian survey. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 22 Bantimurung Kabupaten Maros pada tahun ajaran 2015/2016. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 22 Bantimurung Kabupaten Maros dan jumlah siswa yang diamati sebanyak 31 orang. Data dan hasil penelitian diperoleh melalui pengamatan terhadap kegiatan menerapkan cara mozaik dalam berkarya seni kriya diperoleh peneliti dalam proses pembelajaran maupun hasil kegiatan guru dan kegiatan siswa menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan guru mrmberikan arahan tentang pengertian seni kriya, pengenalan alat dan bahan yang digunakan, proses pembuatan karya terlaksana dengan keaktifan siswa yang sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) proses berkarya seni kriya dengan cara mozaik pada pertemuan I, II, III dan IV terlaksana dengan baik ; (ii) siswa mampu berkarya seni kriya dengan teknik mozaik dilihat dari nilai yang diperoleh antara 75-100; (iii) pada kriteria penilaian I, 6 siswa mendapat nilai sedang, 20 siswa mendapatkan nilai tinggi dan 5 siswa mendapatkan nilai sangat tinggi, pada kriteria penilaian II, 5 siswa mendapat nilai sedang, 22 siswa mendapat nilai tinggi dan 5 siswa yang mendapat nilai sangat tinggi, pada kriteria penilaian III, 7 siswa mendapat nilai sedang, 19 siswa mendapatkan nilai tinggi dan 5 siswa mendapat nilai sangat tinggi dan pada kriteria penilaian IV, 5 siswa mendapat nilai sedang, 21 siswa mendapatkan nilai tinggi dan 5 siswa mendapat nilai sangat tinggi; (iv) kendala/kesulitan yang dihadapi siswa dalam berkarya seni kriya adalah pada waktu menempel harus hati-hati, dan penggunaan waktu pada pertemuan II dan III yang memerlukan ketelitian. Ditemukannya sejumlah siswa yang kurang berbakat dalam menciptakan karya seni kriya dengan cara mozaik, solusi pada pertemuan I, II, III dan IV, memberikan motivasi pada siswa dengan cara membimbing satu persatu, agar siswa memahami lebih jelas berkarya seni kriya dengan cara mozaik.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA > PENDIDIKAN SENI RUPA - (S2)
PASCASARJANA
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 03 Apr 2018 02:45
Last Modified: 03 Apr 2018 02:45
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/6617

Actions (login required)

View Item View Item