Perkawinan Usia Dini (Kasus Hamil Sebelum Menikah di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa). (Dibimbing oleh Rabihatun Idris dan Musdaliah Mustadjar)

Halawatia, Halawatia (2014) Perkawinan Usia Dini (Kasus Hamil Sebelum Menikah di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa). (Dibimbing oleh Rabihatun Idris dan Musdaliah Mustadjar). S1 thesis, universitas negeri makassar.

[img] Text
HALAWATIAH. 2014..docx

Download (14kB)

ABSTRAK HALAWATIAH, Perkawinan Usia Dini (Kasus Hamil Sebelum Menikah di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa). (Dibimbing oleh Rabihatun Idris dan Musdaliah Mustadjar) Perkawinan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan dibawah umur, salah satu penyebabnya karena terjadinya hamil sebelum menikah pada pasangan usia sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab perkawinan usia dini, proses perkawinan, dan dampak yang ditimbulkan bagi individu dan keluarga dari perkawinan usia dini kasus hamil sebelum menikah. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, teknik penentuan informan dengan menggunakan snowball sumpling dan purposive sumpling, dengan kriteria informan yaitu pelaku perkawinan usia dini dalam kasus hamil sebelum menikah usia 16 tahun kebawah, lama menikah 1-5 tahun, keluarga pelaku, tokoh masyarakat dan instansi pemerintah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu deskriptif kualitatif dengan cara pengumpulan data, mengedit, mengklasifikasi, mereduksi, penyajian dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan seringnya terjadi kasus perkawinan usia dini kasus hamil sebelum menikah dikarenakan: (i).Pengaruh pergaulan bebas (pacaran). (ii).Pengaruh perkembangan teknologi informasi (internet dan media massa), (iii). Pengawasan orang tua dan masyarakat yang kurang (iv). Tersedianya fasilitas penginapan yang terjangkau (v) Kurangnya pemahaman agama remaja. Proses perkawinan usia dini kasus hamil sebelum menikah dilakukan dengan melalui : (i). Pernikahan resmi (ii). Pernikahan dibawah tangan atau siri, (iii). Proses kawin lari (iv). Perjanjian kontrak yaitu perjanjian antara kedua orang tua). Dampak yang dirasakan oleh pelaku dan keluarga antara lain : (i). Munculnya perasaan malu / siri’ bagi pelaku dan keluarganya, (ii) Kehilangan harga diri sebagai seorang perempuan, (iii). Label atau cap sebagai anak haram pada anak yang dilahirkan, (iv). Berimplikasi positif pada pelaku terutama pihak laki-laki yaitu uang panaik yang tidak banyak.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL > ILMU SOSIAL
Divisions: ?? sch_soc ??
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 29 Apr 2016 06:40
Last Modified: 29 Apr 2016 06:40
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/653

Actions (login required)

View Item View Item