Pengembangan Model Pembelajaran Fisika Berbasis Multi-Inteligensi untuk Menumbuh-kembangkan Kemandirian Peserta Didik

ZAINUDDIN, ZAINUDDIN (2016) Pengembangan Model Pembelajaran Fisika Berbasis Multi-Inteligensi untuk Menumbuh-kembangkan Kemandirian Peserta Didik. S3 thesis, Pascasarjana.

[img] Text
BAB 1.doc

Download (58kB)

ABSTRAK Pembelajaran yang digunakan guru fisika di sekolah cenderung masih mengajar dengan berpedoman pada buku teks, mengutamakan metode ceramah dan kurang memberikan ruang bagi peserta didik terlibat secara aktif dan mandiri dalam pembelajaran. Pembelajaran fisika yang sifatnya hanya menghafalkan konsep-konsep, teori-teori atau rumus-rumus dan kurang memperhatikan dari segi proses, tidak memberikan pemahaman yang mendalam terhadap konsep-konsep yang dipelajari sehingga peserta didik kurang bisa mandiri. Pembelajaran fisika tidak mengintergrasikan multi-inteligensi peserta didik, sehingga untuk tumbuh-kembangnya sikap ilmiah dan melatih proses pemecahan masalah secara mandiri tidak optimal. Oleh karena itu masalah utama penelitian ini adalah; 1) Bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran fisika di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Makassar saat ini? 2) bagaimana mengembangkan model pembelajaran fisika berbasis multi-inteligensi yang valid, praktis dan efektif untuk menumbuh-kembangkan kemandirian peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian R&D (research and development) yang mengacu pada tahapan pengembangan Kemp. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran fisika berbasis multi-inteligensi untuk menumbuh-kembangkan kemandirian peserta didik yang valid, praktis, dan efektif. Untuk memperoleh model yang valid, praktis, dan efektif, dikembangkan pula instrumen dan perangkat pembelajaran. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini adalah buku model dan perangkat pembelajaran pendukung model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini Pembelajaran Fisika di SMA Negeri 11 Makassar belum sepenuhnya melaksanakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student center learning). Umumnya peserta didik tuntas dalam hasil pembelajaran Fisika setelah kegiatan remidial, namun setiap ulangan harian atau test formatif masih banyak peserta didik mengalami ketidak tuntasan hasil belajar Fisika. Model pembelajaran Fisika berbasis multi-inteligensi yang dikembangkan melalui tahapan model Kemp memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan berdasarkan hasil validasi ahli dan praktisi terhadap komponen-komponen model pembelajaran yang dikembangkan. Memenuhi kriteria kefektifan karena tumbuhnya kemandirian peserta didik yang mengalami perkembangan dengan indikator waktu ideal aktivitas kemandirian dan umumnya peserta didik memberikan respon positif.

Item Type: Thesis (S3)
Subjects: PASCASARJANA > ILMU PENDIDIKAN - (S3)
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 29 Mar 2018 08:17
Last Modified: 29 Mar 2018 08:17
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/6426

Actions (login required)

View Item View Item