Dinamika Pertanian Organik

WARDAH, SITI (2017) Dinamika Pertanian Organik. S3 thesis, Pascasarjana.

[img] Text
BAB I.docx

Download (33kB)

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) dinamika pengetahuan dari aplikasi pertanian organik yang dimiliki petani dan berbagai pihak yang terkait dalam praktik pertanian organik di Desa Bonto Lebang Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar, (2) fase-fase yang dilalui dalam dinamika aplikasi pertanian organik di Desa Bonto Lebang Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Jenis penelitian ini kualitatif, paradigma konstruktivisme dan menggunakan pendekatan fenomenologi dengan perspektif sosiologi pertanian. Dalam mengumpulkan data, peneliti sendiri bertindak sebagai instrumen utama dengan menggunakan alat pendukung. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara induktif, yakni menganalisis dinamika pertanian organik, baik dari segi pengetahuan petani tentang pertanian organik dan non organik (sebagai pembanding) dan fase-fase yang dilalui dalam dinamika itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Perkembangan pengetahuan dari aplikasi pertanian organik dan non organik menghasilkan kombinasi pengetahuan bagi petani yang dikenal sebagai sistem semi-organik,(2) Dinamika pertanian organik di Desa Bonto Lebang Kabupaten Takalar, mengalami 4 fase yaitu (1) Fase Pengenalan. Fase ini ditandai dengan adanya bantuan dari Jepang dalam bentuk Pelatihan tahun 2010. Pelatihan tersebut bertemakan masyarakat partisipatif dengan program pola tanam dalam waktu jangka panjang. (2) Fase Adopsi. Fase ini ditandai dengan terlibatnya Penguasa/Pemerintah. Bupati selaku penguasa teratas dari sebuah kabupaten, memiliki otoritas terhadap perkembangan pertanian organik. (3) Fase Diseminasi. Fase ini merupakan program peningkatan produksi yang digulirkan Pemerintah Pusat. Fase ini ditandai dengan adanya pelaksanaan SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu). Pelaksanaan SLPTT sangat berdampak pada proses diseminasi suatu pengetahuan yang dianjurkan, dan petani dapat secara langsung melihat, mendengar dan melaksanakan praktik di lahan secara bersama-sama dengan anggota lainnya dan mengalami sendiri tentang keunggulan suatu pengetahuan dibandingkan dengan cara yang lama. (4) Fase Difusi. Fase ini ditandai dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, dan hal ini terus meningkat. Akibat adanya keterbatasan petani dalam mengaplikasikan pertanian organik (atara lain biaya sertifikasi yang mahal), maka pada fase ini ditandai dengan munculnya sistem semi-organik.

Item Type: Thesis (S3)
Subjects: PASCASARJANA > SOSIOLOGI - (S3)
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 21 Mar 2018 08:09
Last Modified: 21 Mar 2018 08:09
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/5935

Actions (login required)

View Item View Item