Analisis Ruang Terbuka Hijau dalam Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup Di Kota Makassar (dibimbing oleh Muhammad Ardi, Mulyadi dan Nurlita Pertiwi).

Aris, Sakkar Dollah (2014) Analisis Ruang Terbuka Hijau dalam Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup Di Kota Makassar (dibimbing oleh Muhammad Ardi, Mulyadi dan Nurlita Pertiwi). S1 thesis, universitas negeri makassar.

[img] Text
Aris Sakkar Dollah.docx

Download (18kB)

ABSTRAK Aris Sakkar Dollah, Analisis Ruang Terbuka Hijau dalam Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup Di Kota Makassar (dibimbing oleh Muhammad Ardi, Mulyadi dan Nurlita Pertiwi). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ruang terbuka hijau di Kota Makassar dari aspek luasan dan struktur penyebarannya, keterlaksanaan fungsi serta menjadikan ruang terbuka hijau sebagai sarana pendidikan lingkungan hidup. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara terstruktur dan penyebaran kuisioner serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mempergunakan teknik analisis tabel persentase dan teknik analisis tabel skalogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ruang terbuka hijau di Kota Makassar luas dan sebarannya tidak terstruktur mengikuti perkembangan planologis kota seperti yang diatur dalam Permen PU Nomor 5 Tahun 2008. Kecamatan Ujung Pandang merupakan satu-satunya Kecamatan yang mempunyai struktur ruang terbuka hijau yang terpola mengikuti pola struktur planologis kota. Persentase penyebaran RTH (COR) sebesar 20 persen, masuk dalam kategori masih sangat kurang. Keterlaksanaan fungsi sosial ruang terbuka hijau, dominan yang terlaksana adalah kegiatan olah raga. Kompleks Lapangan Karebosi dan Taman Macan adalah ruang terbuka hijau dengan keterlaksanaan fungsi sosial yang paling aktif atau terlaksana setiap hari, sedangkan yang lainnya terlaksana sekali dalam seminggu. Jenis olah raga yang banyak dilakukan adalah olah raga jalan cepat dan senam kesegaran. Keterlaksanaan fungsi ekologi, terlaksana fungsi penetralisir polusi dominan terlaksana pada RTH Kompleks Lapangan Karebosi, Taman Macan dan Taman Pattimura serta Taman Hasanuddin. Keterlaksaan fungsi arsitektur lebih didominasi pada kesan keindahan dari warna hijau dedaunan, sedangkan keindahan warna bunga tidak terlihat maksimal. RTH yang berfungsi sebagai sarana pendidikan lingkungan hidup berlokasi di RTH Taman P2KH Kerung-Kerung, Kecamatan Makassar, unsur pendidikan lingkungan hidup dihadirkan melalui pemberian nama tanaman sesuai dengan standar penamaan ilmiah serta informasi pendidikan lingkungan melalui informasi fungsi ruang terbuka hijau dan tanaman yang ada didalamnya dalam menetralisir polusi, menghasilkan oksigen, meresapkan air hujan serta mendinginkan suhu yang disajikan melalui media informasi elektronik dan non eletronik. Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Fungsi Soaial, Fungsi Ekologi, Fungsi Arsitektur, Pendidikan Lingkungan Hudup

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS SENI DAN DESAIN > Seni rupa
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN > Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi
Divisions: ?? sch_edu ??
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 28 Apr 2016 07:10
Last Modified: 28 Apr 2016 07:10
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/570

Actions (login required)

View Item View Item