Neurosis Tokoh Utama dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari (Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud)

Fachirah, Fachirah (2014) Neurosis Tokoh Utama dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari (Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud). S1 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
Fachirah.docx

Download (14kB)

ABSTRAK Fachirah, 2014. “Neurosis Tokoh Utama dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari (Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud).” Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk neurosis tokoh utama dan sebab serta akibat dari neurosis dalam novel Pasung Jiwa berdasarkan kajian psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan kajian psikoanalisis. Data dalam penelitian ini adalah pernyataan tertulis yang berhubungan dengan masalah penelitian, sedangkan sumber data adalah novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Untuk memperoleh data penelitian, digunakan teknik dokumentasi, teknik baca dan teknik catat. Selanjutnya data penelitian dianalisis berdasarkan kajian psikoanalisis Sigmund Freud. Data diinterpretasikan berdasarkan bentuk, sebab dan akibat neurosis tokoh utama dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Hasil analisis data ditemukan bahwa kedua tokoh utama Sasana dan Jakawani mengalami bentuk neurosis sebagai berikut. (1) Neurosis obsesional: Kedua tokoh mengalami tekanan mental. Tokoh Sasana sebagai laki-laki yang memiliki obsesi atau pikiran untuk menjadi perempuan dan seorang biduan atau penyanyi dangdut. Tokoh Jakawani yang memilih bekerja sebagai buruh dan meninggalkan keinginannya menjadi seniman. (2) Neurosis histeria: Kedua tokoh selalu merasa tersiksa oleh ingatan masa lalu. Ingatan masa lalu yang menyakitkan menimbulkan reaksi emosional pada kedua tokoh (3) Fobia: kecemasan dan rasa takut pada kedua tokoh saat menghadapi situasi-situasi tertentu. Adapun Penyebab terjadinya neurosis karena adanya keinginan tokoh yang terhalang. Orangtua yang mengekang pergaulan tokoh, dan pengalaman menyakitkan yang dialami tokoh. Sedangkan akibat dari neurosis: Tokoh mengabaikan pendidikannya, tokoh mendapat hinaan dan berbagai macam penilaian dari orang lain, rasa malu dan bersalah serta tokoh merasa lelah dan lemah akibat neurosis yang dialami. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua tokoh utama, Sasana dan Jakawani, mengalami problem kejiwaan berupa permasalahan neurosis. Segala keinginan tokoh mendapat larangan dan halangan, pikirannya hanya dipenuhi dengan hal-hal yang tidak menarik dan juga tindakan-tindakan yang tidak ia senangi harus ia lakukan, sehingga tokoh pun merasa tertekan. Selain itu, tokoh juga pernah mengalami pengalaman traumatis yang membuat tokoh mengalami kecemasan dan kegelisahan akibat ingatan-ingatan masa lalu yang menyakitkan. Bertolak dari hasil penelitian ini, peneliti menyarankan agar penelitian menggunakan teori-teori psikologi terhadap karya sastra terus dikembangkan dengan pengembangan masalah dari sudut pandang yang berbeda serta penerapan teori sastra yang relevan.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: ILMU PENDIDIKAN > Pendidkan
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 25 Apr 2016 06:49
Last Modified: 25 Apr 2016 06:49
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/53

Actions (login required)

View Item View Item