Imigran Gelap, Pencari Suaka dan Pengungsi di Kota Makassar (2006-2014)

Wahyuni, Sri (2015) Imigran Gelap, Pencari Suaka dan Pengungsi di Kota Makassar (2006-2014). S1 thesis, FIS.

[img] Text
BAB 1.docx

Download (43kB)

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang kedatangan, reaksi pemerintah dan masyarakat terkait imigran gelap, pencari suaka, dan pengungsi di Makassar, serta mengetahui kehidupan imigran gelap, pencari suaka, dan pengungsi, sebelum dan setelah mendapatkan status dari UNHCR. Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah deskriptif analitis dengan tahapan: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa imigran gelap, pencari suaka, dan pengungsi berada di negara suaka karena di negara asalnya terjadi konflik yang membuat para imigran tersebut harus mencari perlindungan ke negara lainnnya. Pada awalnya imigran yang ada di Kota Makassar bertujuan ke Australia, namun Australia menutup akses bagi imigran gelap, sehingga banyak imigran harus tertahan di Kota Makassar. Meskipun Indonesia bukan peserta Konvensi 1951 dan atau Protokol 967 yang berarti bukan merupakan tujuan pencari suaka, namun karena Indonesia menandatangani deklarasi HAM, maka Indonesia mempunyai tanggung jawab untuk mengurus pencari suaka. Pemerintah Indonesia berharap agar imigran gelap, pencari suaka, dan pengungsi agar secepatnya diberangkatkan ke negara ketiga. Sedangkan rekasi dari masyarakat banyak menyukai keberadaan imigran karena imigran begitu bersahaja, namun ada juga masyarakat yang khawatir jika imigran lama kelamaan berada di Kota Makassar akan menimbulkan dampak negatif. Kehidupan imigran gelap, pencari suaka, dan pengungsi sebelum diregister mereka menempati Rumah Detensi Imigrasi sedangkan yang telah mendapatkan status sebagai pengungsi ditepatkan di Akomodasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa imigran yang ada di Kota Makassar disebabkan oleh adanya konflik di negara asalnya, tujuan para imigran tersebut adalah Australia namun terdampar di Kota Makassar. Mereka dibiayai Oleh IOM dan diregister oleh UNHCR, setelah mereka diregister, maka mereka bisa tinggal di Kota Makassar apabila mereka dinyatakan sebagai pencari suaka.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL > Pendidikan Sejarah
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 26 Feb 2018 01:10
Last Modified: 26 Feb 2018 01:10
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/4935

Actions (login required)

View Item View Item