PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA ALOKASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN

SUANDI, IRMAL (2016) PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA ALOKASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN. S1 thesis, Pascasarjana.

[img]
Preview
Text
IRMAL SUANDI 1296141006.pdf

Download (955kB) | Preview

RINGKASAN Salah satu indikator untuk melihat keberhasilan pembangunan suatu daerah adalah pertumbuhan ekonomi. Suatu perekonomian dapat dikatakan mengalami pertumbuhan apabila tingkat kegiatan ekonomi meningkat dari satu periode ke periode berikutnya. Dengan adanya pemberlakuan desentralisasi fiskal diharapkan akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ditingkat daerah karena setiap kepala daerah memiliki kebebasan untuk mengelola segala potensi yang ada di daerahnya. Untuk menunjang hal tersebut maka setiap kepala daerah harus meningkatkan sumber pendapatan daerah dan dana perimbangan. Namun setiap daerah mempunyai pendapatan asli yang berbeda maka peranan dana perimbangan sangat diperlukan yaitu dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. Sumber penerimaan daerah ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan asli daerah dana alokasi umum dan dana alokasi khusus terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi Sulawesi selatan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat time series dan data diperoleh dari dokumen atau laporan tertulis yang bersumber dari badan pusat statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan uji statistik yaitu regresi linear berganda, uji t, uji F, dan uji R2, dan juga menggunakan uji asumsi klasik yaitu uji multikolinearitas dan uji autokorelasi. Dari hasil pengujian yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 21 diperoleh nilai Adjusted R2 sebesar 0,488 yang berarti bahwa besarnya persentase sumbangan variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu sebesar 48,8% sedangkan sebanyak 51,2% merupakan sumbangan dari variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model. Selain itu, uji lain yang digunakan adalah uji statistik t, dimana diperoleh nilai uji t untuk variabel pendapatan asli daerah yaitu t hitung= -0,049 < t tabel = 2,001, nilai uji t untuk variabel dana alokasi umum yaitu t hitung = 1,893 < t tabel = 2,001, nilai uji t untuk dana alokasi khusus yaitu t hitung = 2,317 > t tabel = 2,667, nilai uji t untuk dummy Kota Makassar yaitu t hitung = 3,542 > t tabel = 2,001, nilai uji t untuk dummy Kota Palopo yaitu t hitung = 3,509 > t tabel = 2,001, nilai uji t untuk dummy Kota Pare-pare yaitu t hitung = 2,214 > t tabel = 2,001, nilai uji t untuk dummy Kabupaten Selayar yaitu t hitung = 1,003 < t tabel = 2,001, nilai uji t untuk dummy Kabupaten Bantaeng yaitu t hitung = 0,773 < t tabel = 2,001, Sedangkan uji statistik F diperoleh nilai Fhitung = 8,754 > Ftabel sebesar 2,172. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa variabel Pendapatan Asli Daerah tidak memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan tingkat signifikansi sebesar 0,961 > α = 0,05 serta nilai koefisien sebesar -0,011. Variabel Dana Alokasi Umum tidak memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan nilai koefisien sebesar 0,913 dan signifikan pada nilai 0,063 dengan signifikansi α = 0,05. Kemudian variabel Dana Alokasi Khusus memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan tingkat signifikansi sebesar 0,024 > 0,05 serta dengan nilai koefisien yaitu 0,702. Sedangkan untuk dummy Kota Makassar memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 < 0,01 serta dengan nilai koefisien yaitu 2,429. Dummy Kota Palopo memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 < 0,01 serta dengan nilai koefisien yaitu 1,967. Dummy Kota Pare-pare memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan tingkat signifikansi sebesar 0,031 < 0,05 serta dengan nilai koefisien yaitu 1,218. Dummy Kabupaten Selayar tidak memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan tingkat signifikansi sebesar 0,320 > α = 0,05 serta nilai koefisien sebesar 0,577. Dummy Kabupaten Bantaeng tidak memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan tingkat signifikansi sebesar 0,443 > α = 0,05 serta nilai koefisien sebesar 0,467. SUMMARY One indicator to see the successful development of a region is economic growth . An economy can be said to experience growth if the level of economic activity increased from one period to the next . With the enactment of the fiscal decentralization is expected to boost economic growth at the regional level for each regional heads have the freedom to manage all the potential that exists in the region . To support this , the head of each region should increase local revenue sources and the balance funds . However, each region has a different revenue equalization funds , the role is indispensable that the general allocation fund and special allocation funds . Source of revenue is expected to increase the economic growth of a region . Therefore, this study aimed to analyze the influence of local revenue allocation fund general and special allocation funds to economic growth in the province of South Sulawesi . The data used in this research is secondary data that is both time series and data obtained from documents or written reports are sourced from the central body of statistics ( BPS ). This study used a statistical test is multiple linear regression , t test , F test , and test R2 , and also using the test the classical assumption of multicollinearity test and autocorrelation test . From the results of tests performed using SPSS 21 obtained Adjusted R2 value of 0.488 , which means that the percentage of contribution of independent variables on the dependent variable is 48.8 % while as many as 51.2 % were contributed by other variables not included in the model . In addition , another test used is the test statistic t , where t test values obtained for the variable local revenues ie t count = -0.049 < t table = 2.001 , The value of the variable t test for general allocation funds that t count = 1.893 < t table = 2.001 , he value of the t test for the special allocation fund that is t count = 2,317 > t table = 2.667 , t test dummy value for the city of Makassar , namely t count = 3,542 > t table = 2.001 , t test dummy value for Palopo ie t count = 3.509 > t table = 2.001 , t test dummy value for Pare- pare , namely t count = 2,214 > t table = 2.001 , t test dummy value for Selayar Regency is t count = 1.003 < t table = 2.001 , t test dummy value for Bantaeng ie t count = 0.773 < t table = 2.001 , While testing the F statistic obtained value of F count = 8.754 > Ftabel amounted to 2,172 . These test results show that the original income variable has no influence on economic growth with a significance level of 0.961 > α = 0.05 and coefficient of -0.011 . Variable General Allocation Fund has no influence on economic growth with coefficient of 0.913 and 0.063 with a value significant at α = 0.05 significance . Then the Special Allocation Fund variables have an impact on economic growth with a significance level of 0.024 > 0.05 , and the coefficient is 0.702 . As for the dummy Makassar City has an influence on economic growth with a significance level of 0.001 <0.01 , and the coefficient is 2.429 . Dummy Palopo have an influence on economic growth with a significance level of 0.001 <0.01 , and the coefficient is 1.967 . Dummy Pare- pare have an influence on economic growth with a significance level of 0.031 <0.05 , and the coefficient is 1.218 . Dummy Selayar regency has no influence on economic growth with a significance level of 0.320 > α = 0.05 , and the coefficient value of 0.577 . Dummy Bantaeng have no effect on economic growth with a significance

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS EKONOMI > EKONOMI PEMBANGUNAN - (S1)
Divisions: FAKULTAS EKONOMI
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 02 Feb 2018 01:48
Last Modified: 02 Feb 2018 01:48
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/4581

Actions (login required)

View Item View Item