Pemanfaatan Bahan Baku Lokal untuk di Glasir Guna Meningkatkan kualitas Gerabah (Earthenware) Menjadi Keramik Di Dusun Sandi Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar

Muhdy, Ali Ahmad and Jalil, Jalil and Irfan, Irfan (2017) Pemanfaatan Bahan Baku Lokal untuk di Glasir Guna Meningkatkan kualitas Gerabah (Earthenware) Menjadi Keramik Di Dusun Sandi Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar. Prosiding Seminar Nasional "Membangun Indonesia Melalui Hasil Riset". pp. 169-174.

[img]
Preview
Text
prosiding seminar lengkap ali ahmad muhdy.pdf

Download (565kB) | Preview

Penelitian ini merupakan upaya peningkatan kualitas gerabah menjadi seni keramik dengan melakukan berbagai eksperimen penerapan teknik glasir. Oleh karena kualitas tanah liat lokal di daerah sekitar perajin gerabah berada diragukan hanya bisa untuk bakaran rendah (gerabah) maksimal 800°, maka akan di gunakan beberapa alternatif bahan baku tanah liat, seperti tanah liat dari Kabupaten Pangkep maupun tanah liat dari Kabupaten Gowa, yang diperkirakan dapat diglasir dengan bakaran tinggi di atas 800°. Alternatif lainnya adalah mencampur tanah liat lokal dari daerah perajin dengan tanah liat dari luar dengan teknik pengolahan bahan untuk memperoleh bahan baku tanah yang lebih plastis dan tahan untuk di glasir. Permasalahan utama penelitian adalah seni kerajinan gerabah telah bertahan selama ratusan tahun di Kabupaten Takalar, namun peningkatan mutu berjalan sangat lambat sehingga kurang kompetitif di pasar nasional maupun pasar global, permasalahan lainnya adalah sebagian besar perajin lebih dari 60 % masih bertahan dengan membuat seni gerabah tradisional sementara harga seni gerabah tradisional masih sangat rendah. 11 bahan tanah local sebagai sampel penelitian berlanjut pada tahap pengglasiran dengan teknik celup menggunakan bahan glasir FT360 (transparan), 19I (biru), dan 19 (putih). Pembakaran dilakukan dengan tungku kontinu terbuat dari batu tahan api dengan menggunakan bahan bakar kayu (sisa kayu jati) dan dapat diukur suhu bakarnya menggunakan pyrometer. Rencana pembakaran dilakukan selama 5 jam hingga mencapai 1100°. Hasil pembakaran glasir menunjukkan pada umumnya seluruh sampel yang diglasir dapat bertahan pada suhu 1100° dan glasir meleleh. Kelemahannya adalah teknik glasir yang belum sesuai standar menyebabkan hasil glasir belum merata, masih banyak pecah-pecah (retak) permukaan glasirnya. Namun demikian body keramik yang diglasir tidak mengalami perubahan bahkan dapat tetap stabil, hanya saja teknik glasir perlu lebih diperbaiki pada penelitian selanjutnya.

Item Type: Article
Subjects: KARYA ILMIAH DOSEN
Universitas Negeri Makassar > KARYA ILMIAH DOSEN
Divisions: SENI DAN DESAIN
Depositing User: M.Ds. Irfan Kadir
Date Deposited: 20 Jan 2018 18:35
Last Modified: 20 Jan 2018 18:35
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/4484

Actions (login required)

View Item View Item