PENGARUH PENDAPATAN PERKAPITA, TABUNGAN, DAN SUKU BUNGA TABUNGAN TERHADAP KONSUMSI MASYARAKAT DI INDONESIA

S U M A R N I, S U M A R N I (2016) PENGARUH PENDAPATAN PERKAPITA, TABUNGAN, DAN SUKU BUNGA TABUNGAN TERHADAP KONSUMSI MASYARAKAT DI INDONESIA. S1 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
BAB V.marni.docx

Download (16kB)
[img] Text
BAB I. Sumarni.docx

Download (21kB)

ABSTRAK Pengeluaran konsumsi masyarakat merupakan salah satu variabel makroekonomi. Pengeluaran konsumsi seorang adalah bagian dari pendapatannya yang dibelanjakan. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah variabel pendapatan perkapita, tabungan, dan suku bunga tabungan berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat di Indonesia. Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan uji statistik dan uji asumsi klasik. Dengan menggunakan uji statistik ditemukan hasil bahwa koefisien korelasi (R) sebesar 0,984 atau 98,4 persen, artinya korelasi antar variabel sangat kuat. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,959 atau 95,9 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel bebas pada model dapat menjelaskan sebesar 95,9 persen terhadap naik-turunnya variabel terikat, sedangkan sisanya sebesar 4,1 persen ditentukan oleh variabel lain di luar model. Dari hasil uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung > F tabel, berarti secara simultan (menyeluruh) variabel-variabel bebas memiliki pengaruh yang berarti terhadap variabel terikat. Sedangkan uji t digunakan untuk menguji apakah variabel bebas berpengaruh secara parsial terhadap variabel terikatnya. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel Pendapatan perkapita memiliki nilai t hitung sebesar 3,094 sedangkan t tabelnya sebesar 2,2009. Karena t hitung > t tabel berarti secara parsial variabel Pendapatan perkapita berpengaruh positif secara signifikan terhadap variabel Konsumsi masyarakat. Variabel Tabungan memiliki nilai t hitung sebesar 1,628; sedangkan t tabelnya sebesar 2,2009. Karena t hitung < t tabel, berarti secara parsial variabel tabungan tidak signifikan terhadap variabel konsumsi rumah tangga. Sedangkan variabel suku bunga tabungan memiliki nilai t hitung sebesar 5,139; sedangkan t tabelnya sebesar 2,2009. Karena t hitung > t tabel berarti secara parsial variabel suku bunga tabungan berpengaruh positif secara signifikan signifikan terhadap variabel tabungan. Dari hasil uji multikolinearitas dengan menggunakan metode Variance Inflaction Factor (VIF) menunjukkan tidak terjadinya multikolinearitas pada variabel Pendapatan perkapita, tabungan,dan tingkat suku bunga tabungan karena nilai VIF dari ketiga variabel tersebut lebih kecil dari 10. Hasil uji autokorelasi menggunakan metode run test, di mana ditemukan bahwa tidak terjadi autokorelasi pada periode penelitian dengan periode sebelumnya. Dari uji autokorelasi diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,603 lebih besar dari signifikansi yang digunakan, yaitu 0,01 yang artinya tidak terjadi autokorelasi dalam persamaan regresi tersebut. ABSTRACK Private consumption is one of the macroeconomic variables. Consumption expenditure is a part of their income is spent. the purpose of this study was to determine whether the variable per capita income, savings, and savings interest rates affect the level of consumption in Indonesia. This study used a multiple regression analysis using the statistical test and classical assumption. By using statistical test results found that the correlation coefficient (R) of 0.984, or 98.4 percent, meaning that a very strong correlation between variables. The coefficient of determination obtained for 0,959, or 95.9 percent. This shows that the independent variables in the model can account for 95.9 percent of the rise and fall of the dependent variable, while the remaining 4.1 per cent is determined by other variables outside the model. From the F test results showed that the value of F count> F table, means simultaneously (completely) independent variables have a significant influence on the dependent variable. While the t test was used to test whether the partial effect of independent variables on the dependent variable. Partial test results indicate that the per capita income variable has a t value of 3.094 while t table amounted to 2.2009. Because t count> t table means partial variable per capita income significantly positive effect on the variable public consumption. Saving variable has a value of 1,628 t; whereas t table amounted to 2.2009. Because t <t table, means in partial savings are not significant to the variable household consumption. While the variable interest rate of savings has a value of 5,139 t; whereas t table amounted to 2.2009. Because t count> t table means in partial deposit rates positive and significant effext on the variable significant savings. From the test results multikolinearitas using Inflaction Variance Factor (VIF) indicates the absence of multicollinearity in the variable per capita income, savings, and the interest rate savings for VIF value of these three variables is less than 10. The results of autocorrelation test using test run, in where it is found that there is no autocorrelation in the study period with the previous period. Of autocorrelation obtained 0.603 probability value is greater than the significance used, namely 0.01, which means no autocorrelation in the regression equation.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS EKONOMI > EKONOMI PEMBANGUNAN - (S1)
Divisions: FAKULTAS EKONOMI
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 14 Nov 2017 05:50
Last Modified: 14 Nov 2017 05:50
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/3645

Actions (login required)

View Item View Item