Pengaruh Kurs, Inflasi, dan Jumlah Uang Beredar terhadap Neraca Transaksi Berjalan di Indonesia

Suryani, Ni Putu (2016) Pengaruh Kurs, Inflasi, dan Jumlah Uang Beredar terhadap Neraca Transaksi Berjalan di Indonesia. S2 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
BAB I. suryana.docx

Download (32kB)
[img] Text
BAB V.suryana.docx

Download (16kB)

Abstrak Setiap negara yang menjalin hubungan kerjasama dengan negara lain atau yang lebih dikenal dengan perdagangan internasional pasti akan mengalami gangguan kestabilan pada neraca transaksi berjalan di negaranya yaitu neraca bisa saja mengalami surplus maupun defisit yang disebabkan oleh adanya perubahan ekpor maupun impor. Keadaan surplus disebabkan oleh ekspor indonesia yang lebih besar dari pada impor sedangkan keadaan defisit disebabkan oleh impor indonesia yang lebih besar daripada ekspor ke luar negeri. Neraca transaksi berjalan ini bisa saja disebabkan karena adanya pengaruh kurs, inflasi, dan juga jumlah uang beredar yang tidak selalu menyebabkan surplus pada neraca transaksi berjalan sehingga perlu dilihat adanya pengaruh dari ketiga variabel tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kurs, inflasi, dan jumlah uang beredar terhadap neraca transaksi berjalan Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat time series, dan datanya diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Penelitian ini menggunakan uji statistik yaitu regresi linear berganda, uji t, uji F, dan uji R2, dan juga menggunakan uji asumsi klasik yaitu uji multikolinearitas dan uji autokorelasi. Hasil pengujian dengan menggunakan SPSS 21 diperoleh nilai Adjusted R2 sebesar 0,799 yang berarti bahwa besarnya persentase sumbangan variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu sebesar 79,9% sedangkan sebanyak 20,1% merupakan sumbangan dari variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model. Selain itu, uji lain yang digunakan adalah uji statistik t, dimana diperoleh nilai uji t untuk variabel kurs yaitu t hitung= 2,536>t tabel=2,119, nilai uji t untuk variabel inflasi yaitu t hitung= 0,421<t tabel=2,119, nilai uji t untuk jumlah uang beredar yaitu t hitung= -6,996>t tabel=2,119. Sedangkan uji statistik F diperoleh nilai Fhitung sebesar 26,215 dengan Ftabel sebesar 3,238 yang berarti Fhitung< Ftabel. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa variabel kurs berpengaruh terhadap neraca transaksi berjalan dengan nilai koefisien sebesar 1,606 dan signifikan pada nilai 0,022 dengan signifikansi α=0,05, sedangkan variabel inflasi tidak memiliki pengaruh terhadap neraca transaksi berjalan yang memiliki koefisien sebesar 522,51 dengan signifikansi sebesar 0,679<α=0,05. Kemudian jumlah uang beredar memiliki pengaruh terhadap terhadap neraca transaksi berjalan dengan koefisien sebesar -0,037 dan signifikan pada nilai 0,000 dengan signfikansi α= 0,05.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: FAKULTAS EKONOMI > EKONOMI PEMBANGUNAN - (S1)
Divisions: FAKULTAS EKONOMI
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 02 Nov 2017 02:56
Last Modified: 02 Nov 2017 03:13
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/3642

Actions (login required)

View Item View Item