Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap Hasil Belajar Matematika dan Disposisi Matematis Siswa SMP Perguruan Islam Ganra.

Nidaul, Khaer (2014) Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap Hasil Belajar Matematika dan Disposisi Matematis Siswa SMP Perguruan Islam Ganra. S1 thesis, universitas negeri makassar.

[img] Text
BAB I.docx

Download (35kB)
[img] Text
BAB V.docx

Download (21kB)

Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap Hasil Belajar Matematika dan Disposisi Matematis Siswa SMP Perguruan Islam Ganra. Skripsi. Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) pada siswa kelas VII SMP Perguruan Islam Ganra dengan melihat pengaruh terhadap 2 variabel yaitu hasil belajar matematika dan disposisi matematis siswa. Pada penelitian ini dipilih secara purpossive random sampling unit eksperimen sebanyak dua kelas dari tiga kelas VII SMP Perguruan Islam Ganra tahun ajaran 2013/2014 semester genap. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar (posttest), angket disposisi matematis pada akhir pertemuan, dan lembar observasi untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran. Data tersebut dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil yang diperoleh dari analisis statistik deskriptif adalah sebagai berikut: (1) Rata-rata hasil belajar siswa (posttest) yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) sebesar 77,4795, berada dalam kategori sedang, dengan standar deviasi 11,282, nilai terendah adalah 59,41 dan nilai tertinggi adalah 93,24 dari skor ideal 100. (2) Rata-rata hasil belajar siswa (posttest) yang diajar dengan menggunakan model pengajaran langsung sebesar 69,13, berada dalam kategori sedang, dengan standar deviasi 14,167, nilai terendah adalah 37,94 dan nilai tertinggi adalah 95,59 dari skor ideal 100. Data tersebut menunjukkan bahwa dari hasil belajar siswa (posstest) yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) 78,95% mencapai ketuntasan individu. Sedangkan, hasil belajar siswa (posstest) yang diajar dengan menggunakan model pengajaran langsung 68,42% mencapai ketuntasan individu. Dari hasil analisis inferensial untuk variabel skor hasil belajar matematika siswa diperoleh nilai p-value < α (0,043 < 0,05) berarti terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa antara yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan model pengajaran langsung. Selanjutnya untuk pengujian ketercapaian KKM diperoleh p-value < α yaitu 0,010 < 0,05 yang berarti bahwa rata-rata skor hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih besar dari 70 (KKM). Selain itu untuk variabel skor disposisi matematis diperoleh nilai p-value >α (0,423 > 0,05) berarti tidak terdapat perbedaan disposisi matematis siswa antara yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan model pengajaran langsung. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Perguruan Islam Ganra pada pokok bahasan Bangun Segiempat. (2) tidak terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap disposisi matematis siswa kelas VII SMP Perguruan Islam Ganra pada pokok bahasan Bangun Segiempat.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: PSIKOLOGI
Divisions: FAKULTAS PSIKOLOGI
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 26 Apr 2016 05:52
Last Modified: 01 Mar 2018 07:57
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/324

Actions (login required)

View Item View Item