PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIDATO MELALUI TEKNIK MODELING SISWA KELAS VI B SD NEGERI 5 PAREPARE

SUDIRMAN M, SUDIRMAN M (2016) PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIDATO MELALUI TEKNIK MODELING SISWA KELAS VI B SD NEGERI 5 PAREPARE. S2 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
artikel.docx

Download (60kB)

ABSTRAK Kemampuan berpidato yang rendah menjadi permasalahan tersendiri dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Untuk mengatasinya diperlukan teknik yang tepat, salah satunya dengan penerapan teknik modeling. Tujuan penelitian ini adalah (i) untuk meningkatan proses penerapan teknik modeling dalam pembelajaran kemampuan berpidato pada siswa kelas VI B SD Negeri 5 Parepare; (ii) untuk meningkatkan hasil pembelajaran berpidato dengan menerapkan teknik modeling pada siswa kelas VI B SD Negeri 5 Parepare. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Data penelitian diambil dari aktivitas guru dan aktivitas siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilaksanakan dengan mengamati aktivitas guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan teknik modeling. Data hasil ditranskrip dalam bentuk tabel. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pengamatan, tindakan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) proses penerapan teknik modeling dalam pembelajaran berpidato membuat siswa lebih bersemangat dan sangat antusias. Peningkatan itu terlihat dari aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam proses pembelajaran berpidato; (ii) hasil kemampuan berpidato siswa meliputi kemampuan kebahasaan dan kemampuan nonkebahasaan. Kemampuan kebahasaan dari aspek ketepatan ucapan meningkat sebesar 18,3. Aspek intonasi meningkat sebesar 24,0. Aspek pilihan kata meningkat sebesar 13,0. Kemampuan nonkebahasaan dari aspek sikap wajar meningkat sebesar 18,3. Aspek pandangan meningkat sebesar 15,3. Aspek mimik meningkat sebesar 19,0. Aspek kenyaringan suara meningkat sebesar 19,0. Aspek kelancaran meningkat sebesar 20,0. Pada siklus I, siswa yang belum tuntas 57% dan yang tuntas 43% dengan nilai rata-rata kemampuan berpidato siswa 66,8 dengan kategori cukup mampu. Pada siklus II, siswa yang belum tuntas 17% dan yang tuntas 83% dengan nilai rata-rata kemampuan berpidato siswa adalah 84,4 dengan kategori mampu. Secara keseluruhan, kemampuan berpidato siswa melalui teknik modeling mengalami peningkatan sebesar 17,6 dari 66,8 pada siklus I menjadi 84,4 pada siklus II. Dari hasil penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik modeling dapat meningkatkan kemampuan berpidato siswa kelas VI B SD Negeri 5 Parepare. Kata Kunci: berpidato, kemampuan kebahasaan, kemampuan nonkebahasaan, teknik modeling

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA > BAHASA INDONESIA
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 17 Oct 2017 06:43
Last Modified: 17 Oct 2017 06:43
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/3214

Actions (login required)

View Item View Item