Developing model of English learning based on the collaboration of behaviorism, cognitivism and constructivism theories to improve students’ spoken communication ability

Asmawati, Nur (2016) Developing model of English learning based on the collaboration of behaviorism, cognitivism and constructivism theories to improve students’ spoken communication ability. S3 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
34217-37196-1-PB.pdf

Download (1MB)

ABSTRACT This research is conducted due to incompleteness of learning device. In addition, there is a gap between the needs of students who expect an increa in spoken communication ability and the implementation of learning that tends to certain learning (cognitive).This research aims to design and test combined learning model based on theories of behaviorism, cognitivism and constructivism. The research design used in this researchwas R & D (Research and Development) with several stages: 1) preliminary study (pre-development), which is identifying the model of on going learning; (2) development and testing models through expert assessment and limited testing trial (classroom action research). This research subjects were 6 English lecturers, 200 students of Islamic Religious Education (PAI) program in the pre-development stage and needs analysis. At the stage of model development and limited testing through class action research, it was involved 30 students in one class. The instruments used in this research were interview guide, questionnaires, check lists, spoken test skills. The data of research results was analyzed using descriptive statistics, one sample test, and narrative. The results show that 1) Lecturers tend to emphasize the learning to the theory of specific learning without integrating more theoretical approach of learning; (2) the on going learning is reading learning model (cognitive); (3) the approach is English learning as written communication device and little verbal communication (4) learning evaluationperformed tend to be paper test and not using spoken test; (5) the developed model is collaborated development model based on three learning theories, namely behaviorism, cognitivism and constructivism theoriesthat have five stages: orientation, presentation (behaviorism), guided and structured training (cognitivism), and independent exercise (constructivism);(6) the learning model can be used with revisions based on expert assessment; (7) there is mean the increasing to trial1 = 34.07; trial2 = 49.99; trial3 = 56.29767; trial4 = 62.22) and the increase was significant in each trial (p-value < 0.05); (8) there is a correlation between the test results of each trial of of spoken communicationare trial1 to trial2 (r = 0.717; sig = 0.000), trial2 to trial3 (r = 0.712; sig = 0.000), trial3 to trial4 (r = 0.808; sig = 0.000). It can be concluded that the collaborated model based on behaviorism, cognitivism, and constructivism theories can improve students' ability in spoken communication at IAIN Palu. It can be seen from the results of limited testing showing the increased graph.The implications of this research for the development of learning is the need for the learning design with a more complete evaluation procedures for improving spoken ability of students. In addition, the lecturer needs to improve the teaching performance and students” need to improve the learning activities. ABSTRAK Nur Asmawati. 2017. Membangun Model Pembelajaran Bahasa Inggris Berdasarkan Keterpaduan Teori Behaviorisme, Kognitivisme dan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Lisan Mahasiswa. (Dibimbing oleh Promotor Muhammad Amin Rasyid serta kopromotor Andi Qashas Rahman dan Haryanto). Penelitian ini dilator belakangi ketidak lengkapan perangkat pembelajaran. Disamping itu adanya kesenjangan antara kebutuhan mahasiswa yang mengharapkan peningkatan kemampuan komunikasi lisan dengan implementasi pembelajaran yang cenderung kepada pembelajaran tertentu (kognitif).Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan menguji coba model pembelajar kolasiberbasis teori behaviorisme, kognitivisme dan konstruktivisme. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan beberapa tahapan yaitu: a) penelitian pendahuluan (pra pengembangan) iaitu mengidentifikasi model pembelajaran yang berlangsung; (2) pengembangan dan pengujian model melalui penilaian pakar dan uji coba terbatas (penelitian tindakan kelas). Subjek penelitian ini adalah 6 dosen bahasa inggris, 200 mahasiswa program Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tahap pra-pengembangan dan analisis kebutuhan. Pada tahap pengembangan model dan uji coba terbatas model melalui penelitian tindakan kelas melibatkan 30 mahasiswa dalam satu kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah protocol wawancara, kuesioner, check list, tes keterampilan lisan. Data hasil penelitian dianalisis dengan statistic deskriptif, uji t one sample, dan naratif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) dosen cenderung menekankan pembelajaran kepada satu teori pembelajaran tertentu tanpa memadukannya dengan pendekatan teori pembelajaran lainnya; (2) pembelajaran yang sedang berlangsung adalah model pembelajaran reading (kognitif); (3) pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan pembelajaran bahasa inggris sebagai alat komunikasi tulisan dan sedikit komunikasi lisan; (4) evaluasi pembelajaran yang dilakukan lebih kepada tes tulisan dan tidak menggunakan tes lisan; (5) model yang dikembangkan adalah model pengembangan kolaborasi berbasis tiga teori belajar yaitu teori behaviorisme, kognitivisme dan konstruktivisme yang memiliki lima fase yaitu orientasi, presentasi (behavioristik), tahap pelatihan terbimbing dan terstruktur (kognitivistik), dan tahap pelatihan diri (konstruktivistik); (6) model pembelajaran dapat digunakan dengan revisi berdasarkan penilaian pakar; (7) terdapat peningkatan yang signifikan dalam setiap ujicoba (p-value <0.05), rata-rata ujicoba 1 = 34.07; ujicoba 2 = 49.99; ujicoba 3 = 56.29767; ujicoba 4 = 62.22); (8) terdapat korelasi hasil tes komunikasi lisan antar setiap ujicoba iaitu ujicoba 1 ke ujicoba 2 (r = 0.717; sig = 0.000), ujicoba 2 ke ujicoba 3 (r = 0712; sig = 0.000), ujicoba 3 keujicoba 4 (r = 0808; sig = 0.000). Dapat di simpulkan bahwa model kolaboratif yang berbasis pada teori behaviorisme, kognitivisme dan konstruktivisme dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam komunikasi lisan di IAIN Palu.Ini dapat dilihat dari hasil uji coba terbatas yang menunjukkan grafik meningkat .Implikasi penelitian ini bagi pengembangan pembelajaran adalah perlu adanya desain pembelajaran yang disertai prosedur evaluasi yang lebih lengkap untuk meningkatkan kemampuan lisan mahasiswa.Disamping itu Dosen perlu meningkatkan kinerja pengajaran dan mahasiswa perlu meningkatkan aktivitas belajar.

Item Type: Thesis (S3)
Subjects: PASCASARJANA > PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS - (S3)
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 06 Sep 2017 07:30
Last Modified: 06 Sep 2017 07:30
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/2816

Actions (login required)

View Item View Item