Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengangguran di Sulawesi Selatan

SETIAWAN DK, HERI (2016) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengangguran di Sulawesi Selatan. S1 thesis, universitas negeri makassar.

[img] Text
HERI SETIAWAN DK.docx

Download (15kB)

ABSTRAK HERI SETIAWAN DK, . (dibimbing oleh Dr. Abd. Rahim, S.P., M.Si dan Diah Retno Dwi Hastuti, S.P., M.Si). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, PDRB Per kapita dan Pengangguran terhadap tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan data time series dengan metode analisis data yang digunakan adalah regresi berganda dengan metode Durbin-Watson (DW), metode 〖Lag〗_(t-1) dan uji autokorelasinya dengan metode Run Test menggunakan SPSS21. Hasil analisis data menunjukkan bahwa PDRB Per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, Pengangguran berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Kata Kunci: Indeks Pembangunan Manusia, PDRB Per kapita, Pengangguran, Tingkat Kemiskinan ABSTRACT HERI SETIAWAN DK, Analysis of Factors Affecting Unemployment in South Sulawesi. (Guided by Dr. Abd. Rahim, S.P., M.Si and Diah Retno Dwi Hastuti, S.P., M.Si). The purpose of this study was to determine the effect of the Human Development Index, the GDP per capita and unemployment on poverty levels in South Sulawesi. This study uses time series data with the data analysis method used is multiple regression with the method of Durbin-Watson (DW), the method 〖Lag〗_(t-1) and the test method Test Run autokorelasinya using SPSS21. The results of data analysis showed that the GDP per capita is positive and significant impact on poverty levels, unemployment is a significant effect on the level of poverty. While the Human Development Index is not significant effect on the level of poverty. Keywords: Human Development Index, the GDP per capita, unemployment, Poverty level The purpose of this research is to know how to influence the development index, the GDP per capita and unemployment on poverty levels in South Sulawesi. The data used is data time series, ie the period from 2004 to 2013. This study used a multiple regression analysis using the statistical test and classical assumption. Data collection techniques used in this study, by the research literature. Research library to a research methods to obtain information from the literature associated with the study, such as journals, theses, and books other publications related to the study, and the data from the Central Statistics Agency (BPS) South Sulawesi by using statistical test results found that the correlation coefficient (R) of 0.814, or 81.4 percent, meaning that a very strong correlation between variables. The coefficient of determination obtained at 0.979 or 97.9 percent. This shows that the independent variables in the model can account for 97.9 percent of the rise and fall of the dependent variable, while the remaining 21.3 per cent is determined by other variables outside the model. Test the nature of the other is F and t test. F-test was used to test the effect of simultaneous independent variables on the dependent variable. From the F test results showed that the value of F count> F table, means simultaneously (completely) independent variables (human development index, the GDP per capita and unemployment) had a significant influence on the dependent variable (poverty); while the partial test results show that the GDP per capita variable positive and significant effect on the variable levels of poverty, unemployment significantly influence the level of poverty. While the human development index variables not significant effect on the variable consumption goods. By using the classical assumption that the test results generated multikolinearitas using Inflaction Variance Factor (VIF) indicates the absence of multicollinearity on variable income per capita, and inflation for the second VIF value of the variable is less than 10. Meanwhile, autocorrelation test method Durbin- Watson (DW), where it was found that the autocorrelation in the study period with the previous period. So that treatment using 〖Lag〗_(t-1) and autokorelasinya test method Test Run. RINGKASAN Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan yakni kualitas sumber daya manusia, tingkat pendapatan masyarakat, dan juga pengangguran. Kualitas sumber daya manusia dapat dilihat di IPM (Indeks Pembangunan Manusia), rendahnya IPM akan mengakibatkan rendahnya produktivitas penduduk dan terjadinya penduduk miskin. Rendahnya produktivitas akan mengakibatkan rendahnya pendapatan, pendapatan dapat dilihat di PDRB perkapita. Besarnya PDRB perkapita maka akan besar tingkat kesejahteraan masyarakat dengan kata lain jumlah penduduk miskin berkurang. Dan faktor lain untuk melihat apakah suatu daerah memiliki banyak jumlah penduduk miskin adalah banyaknya jumlah pengangguran. Hal ini bisa disimpulkan bahwa semakin banyak jumlah pengangguran maka akan meningkatkan jumlah penduduk miskin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh indeks pembangunan, pdrb per kapita dan pengangguran terhadap tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan. Data yang dipergunakan adalah data time series, yaitu periode 2004-2013. Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan uji statistik dan uji asumsi klasik. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan penelitian pustaka. Penelitian pustakan merupakan suatu metode penelitian untuk memperoleh informasi dari literatur yang terkait dengan penelitian ini, seperti jurnal, skripsi, dan buku terbitan lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini, serta data-data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan uji statistik ditemukan hasil bahwa koefisien korelasi (R) sebesar 0,814 atau 81,4 persen, artinya korelasi antar variabel sangat kuat. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,979 atau 97,9 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel bebas pada model dapat menjelaskan sebesar 97,9 persen terhadap naik-turunnya variabel terikat, sedangkan sisanya sebesar 21,3 persen ditentukan oleh variabel lain di luar model. Uji sifat yang lain adalah uji F dan t. Uji F digunakan untuk menguji pengaruh secara simultan variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Dari hasil uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung > F tabel, berarti secara simultan (menyeluruh) variabel-variabel bebas (indeks pembangunan manusia, PDRB per kapita dan pengangguran) memiliki pengaruh yang berarti terhadap variabel terikat (tingkat kemiskinan); sedangkan hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel PDRB perkapita berpengaruh positif secara signifikan terhadap variabel tingkat kemiskinan, pengangguran berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Sedangkan variabel indeks pembangunan manusia berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel impor barang konsumsi. Dengan menggunakan uji asumsi klasik dihasilkan bahwa dari hasil uji multikolinearitas dengan menggunakan metode Variance Inflaction Factor (VIF) menunjukkan tidak terjadinya multikolinearitas pada variabel pendapatan perkapita, dan inflasi karena nilai VIF dari kedua variabel tersebut lebih kecil dari 10. Sedangkan uji autokorelasi menggunakan metode Durbin-Watson (DW), di mana ditemukan bahwa terjadi autokorelasi pada periode penelitian dengan periode sebelumnya. Sehingga dilakukan pengobatan dengan menggunakan metode 〖Lag〗_(t-1) dan uji autokorelasinya dengan metode Run Test.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS EKONOMI > EKONOMI PEMBANGUNAN - (S1)
Divisions: FAKULTAS EKONOMI
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 04 Jul 2017 03:14
Last Modified: 04 Jul 2017 03:14
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/2664

Actions (login required)

View Item View Item