PENGARUH UPAH DAN INFLASI TERHADAP PENGANGGURAN DI SULAWESI SELATAN

SAFRUDDIN, REZA (2016) PENGARUH UPAH DAN INFLASI TERHADAP PENGANGGURAN DI SULAWESI SELATAN. S1 thesis, universitas negeri makassar.

[img] Text
RINGKASAN.docx

Download (17kB)

RINGKASAN Upah dan inflasi memiliki peran yang sangat penting terhadap pengangguran. Dimana upah sebagai salah satu indikator dalam mengurangi pengangguran dimana upah memiliki pengaruh yaitu jika upah meningkat maka daya beli masyarakat akan meningkat sehingga menaikkan jumlah permintaan barang dan jasa ketika barang dan jasa menigkat maka perusahaan akan menambah jumlah produksi salah satu menambah jumlah produksi yaitu dengan menambah salah satu fakto produksi yaitu tenaga kerja dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja oleh perusahaan maka pengangguran yang ada akan berkurang. Dan inflasi memiliki pengaruh terhadap pengangguran dimana ketika inflasi meningkat maka faktor produksi suatu perusahaa juga akan menigkat sehingga perusahaan akan mengurangi faktor produksi lain dengan melakukan PHK terhadap tenaga kerja terjadinya PHK akan menambah jumlah orang yang menganggur dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh upah, dan inflasi terhadap pengangguran di Sulawesi Selatan. Data yang dipergunakan adalah data time series, yaitu periode 2005-2014. Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan uji statistik dan uji asumsi klasik. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan penelitian pustaka. Penelitian pustakan merupakan suatu metode penelitian untuk memperoleh informasi dari literatur yang terkait dengan penelitian ini, seperti jurnal, skripsi, dan buku terbitan lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini, serta data-data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan uji statistik ditemukan hasil bahwa koefisien korelasi (R) sebesar 0,959 atau 95,9 persen, artinya korelasi antar variabel sangat kuat. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,896 atau 89,2 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel bebas pada model dapat menjelaskan sebesar 89,6persen terhadap naik-turunnya variabel terikat, sedangkan sisanya sebesar 4,5 persen ditentukan oleh variabel lain di luar model. Uji sifat yang lain adalah uji F dan t. Uji F digunakan untuk menguji pengaruh secara simultan variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Dari hasil uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung > F tabel, berarti secara simultan (menyeluruh) variabel-variabel bebas (upah, dan inflasi) memiliki pengaruh yang berarti terhadap variabel terikat (pengangguran); sedangkan hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel upah berpengaruh positif secara signifikan terhadap variabel pengangguran. Sedangkan variabel inflasi berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel pengangguran. Dengan menggunakan uji asumsi klasik dihasilkan bahwa dari hasil uji multikolinearitas dengan menggunakan metode Variance Inflaction Factor (VIF) menunjukkan tidak terjadinya multikolinearitas pada variabel upah, dan inflasi karena nilai VIF dari kedua variabel tersebut lebih kecil dari 10. Sedangkan uji autokorelasi menggunakan metode Durbin-Watson (DW), di mana ditemukan bahwa tidak terjadi autokorelasi pada periode penelitian dengan periode sebelumnya. SUMMARY Wages and inflation has a very important role against unemployment. Where wages as one of the indicators in reducing unemployment, and wages have the effect that if the wage increases, the purchasing power will increase thereby increasing the demand for goods and services when the goods and services menigkat the company will increase the number of production either increase the amount of production that is by adding one one that is labor-facto production with increased demand for labor by companies that unemployment will be reduced. And inflation has effects on unemployment which when inflation increases, a production factor perusahaa will also menigkat so that the company will reduce other production factors with the labor layoff layoffs will increase the number of unemployed people in the community. The purpose of this study was to determine how the influence of wages and inflation to unemployment in South Sulawesi. The data used is data time series, ie the period from 2005 to 2014. This study used a multiple regression analysis using the statistical test and classical assumption. Data collection techniques used in this study, by the research literature. Research library to a research methods to obtain information from the literature associated with the study, such as journals, theses, and books other publications related to the study, and the data from the Central Statistics Agency (BPS) South Sulawesi by using statistical test results found that the correlation coefficient (R) amounted to 0,959, or 95.9 percent, meaning that a very strong correlation between variables. The coefficient of determination obtained at 0.896 or 89.2 percent. This shows that the independent variables in the model can be explained by 89,6persen to the rise and fall of the dependent variable, while the remaining 4.5 percent is determined by other variables outside the model. Test the nature of the other is F and t test. F-test was used to test the effect of simultaneous independent variables on the dependent variable. From the F test results showed that the value of F count> F

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS EKONOMI > EKONOMI PEMBANGUNAN - (S1)
Divisions: Dewey Decimal Classification > FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 04 Jul 2017 02:51
Last Modified: 04 Jul 2017 02:51
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/2662

Actions (login required)

View Item View Item