Politik Tana’ Sempugi Kerajaan Bone; Strategi Penyatuan Kerajaan-Kerajaan Lokal di Sulawesi Selatan (Abad XVII-XVIII).

Khaeruddin, Khaeruddin (2014) Politik Tana’ Sempugi Kerajaan Bone; Strategi Penyatuan Kerajaan-Kerajaan Lokal di Sulawesi Selatan (Abad XVII-XVIII). S1 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
Khaeruddin.docx

Download (11kB)

ABSTRAK Khaeruddin, 2014. Politik Tana’ Sempugi Kerajaan Bone; Strategi Penyatuan Kerajaan-Kerajaan Lokal di Sulawesi Selatan (Abad XVII-XVIII). Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Darman Manda dan Bahri).Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dinamika politik kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan pada Abad XV-XVII, latar belakang dan realisasi terciptanya politik tana’ sempugi antar kerajaan-kerajaan lokal di Sulawesi Selatan, dan dampak yang tercipta dengan adanya politik tana’ sempugi tersebut bagi Kerajaan Bone, kerajaan-kerajaan lokal lainnya dan bagi Kompeni Belanda (VOC). Penelitian ini bersifat analisis deskriptif dengan menggunakan metode penelitian sejarah dengan melalui tahapan-tahapan sistematis yakni heuristik atau pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi fakta sejarah secara proporsional, dan terakhir adalah historiografi yakni merekonstruksi peristiwa-peristiwa sejarah menjadi cerita sejarah secara tertulis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca Perang Makassar telah tercipta asseajingeng (ikatan persaudaraan atau kekerabatan) antar kerajaan-kerajaan lokal di Sulawesi Selatan dengan Kerajaan Bone sebagai basisnya yang pelaksanaannya dimotori oleh Latenritatta Arung Palakka, saudara-saudara perempuannya, La Patau Matannatikka, putra-putri dan cucu La Patau serta dengan bangsawan Bone lainnya melalui politik kawin mawin yang kemudian melahirkan tana’ sempugi (negeri yang bersatu dalam ikatan sekuturunan dan genealogi). Dengan terciptanya tana’ sempugi tersebut itu kemudian telah merajut rasa menyatu atau pengintegrasian antar masing-masing kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan yang kemudian menjadi kekuatan utama untuk menghadapi penjajahan Kompeni Belanda (VOC) di kawasan ini.Akhir dari penelitian, ditarik sebuah kesimpulan bahwa pelaksanaan politik tana’ sempugi dengan cara kawin mawin ini telah mengantarkan Kerajaan Bone sebagai negeri yang paling berpengaruh di kawasan Sulawesi Selatan pada akhir abad XVII-XVIII bahkan sampai abad XX yang juga kemudian merajut ikatan persaudaraan, kekerabatan dan solidaritas (masseddi siri’ masseddi pesse) antar kerajaan-kerajaan lokal di Sulawesi Selatan.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FMIPA > Geografi
Divisions: ?? sch_geo ??
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 25 Apr 2016 07:44
Last Modified: 25 Apr 2016 07:44
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/260

Actions (login required)

View Item View Item