Hubungan Patron Klien Antara Taoke Dan Petani Kelapa Di Desa Penjuru Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau

Nurfinawahyu, Nurfinawahyu (2015) Hubungan Patron Klien Antara Taoke Dan Petani Kelapa Di Desa Penjuru Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. S1 thesis, Universitas Negeri Makassar.

Full text not available from this repository.

ABSTRAK Nurfinawahyu, 1168040077 “Hubungan Patron Klien Antara Taoke Dan Petani Kelapa Di Desa Penjuru Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau” di bawah bimbingan ST. Junaeda, selaku pembimbing I dan Nurlela, selaku pembimbing II Program Studi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar 2016. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui bentuk aktivitas taoke dan petani kelapa, bentuk hubungan patron klien antara taoke dan petani kelapa, serta pasang surut hubungan patron klien antara taoke dan petani kelapa di Desa penjuru Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada masyarakat petani kelapa Desa Penjuru Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari informan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara terbuka dan mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode perbandingan tetap dengan empat tahap reduksi data, kategorisasi, sintesisasi dan menyusun hipotesis kerja. Agar data yang diperoleh teruji kebenarannya maka teknik pengabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1. Bentuk aktivitas taoke dan petani kelapa di Desa Penjuru yaitu: taoke, sebelum memulai usaha taoke terlebih dahulu menentukan modal, sarana dan tenaga kerja. Sedangkan dalam menjalankan usaha, proses kerja dimulai dari pengadaan stok kelapa, transaksi, penyimpanan, pemberangkatan, hingga transaksi dengan industri. Petani, pada tahap awal pengerjaan perkebunan dimulai dari menebas hutan, dan penanaman kelapa. setelah kelapa tumbuh besar proses kerja yang dilakukan mulai dari membersihkan lahan perkebunan, ngait/ makkadang, netta/ mattetta’, ambung/ mallanjong, nganyut/ mappemali’, mappenre’ keluku, ngope’/ mallelle’, cungkil/ maccukke’, hingga ngantar/ mengantera’; 2. Bentuk hubungan patron klien antara taoke dan petani terdiri dari dua macam yaitu: pemberian modal dan pemberian barang atau jasa. Taoke dan petani kelapa memiliki hubungan yang saling ketergantungan dimana kedua belah pihak saling memberi dan saling menerima dalam jangka waktu yang cukup lama hingga sewaktu-waktu mereka sulit melepaskan diri; 3. penyebab melemahnya hubungan patron klien antara taoke dan petani adalah meningkatnya jumlah pinjaman, naiknya nilai dollar, rendahnya harga kelapa, dan musim kemarau. Sedangkan penyebab meningkatnya hubungan patron klien antara taoke dan petani adalah: hutang dapat diminimalisir, adanya simpanan dan klien baru. Kata kunci: hubungan patron klien, taoke, dan petani kelapa

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL > Pendidikan Antropologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 01 Mar 2017 08:05
Last Modified: 01 Mar 2017 08:05
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/2163

Actions (login required)

View Item View Item