Reinterpretasi Makna Kampidokang Pada Masyarakat Di Kota Makassar.

Ulfawati Hadi, Nur (2015) Reinterpretasi Makna Kampidokang Pada Masyarakat Di Kota Makassar. S1 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
BAB I.doc

Download (100kB)
[img] Text
BAB V.doc

Download (33kB)

ABSTRAK Nur Ulfawati Hadi. 2015. Reinterpretasi Makna Kampidokang Pada Masyarakat Di Kota Makassar. (Dibimbing oleh Abdul Rahman A. Sakka dan St. Junaeda). Program Studi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap gambaran perilaku bura’ne kampidokang, bagaimana konsep kampidokang yang dulu dan yang sekarang. Serta faktor penyebab terjadinya perubahan pada konsep tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan menggunakan teknik penentuan informan secara purposive sampling sebanyak 14 orang yang bersuku Makassar dan berbeda-beda latarbelakang pendidikannya. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan analisis fungsional dan di validasi keabsahan datanya menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap Perilaku kampidokang diartikan sebagai laki-laki yang suka mengatur urusan atau pekerjaan perempuan, khususnya dalam hal keuangan rumah tangga. Perilaku kampidokang membentuk kecenderungan dua tipe terkait keikutsertaan suami dalam kegiatan rumah tangga. Adapun tipe tersebut yakni tipe pengatur, keikutsertaannya lebih kepada masalah keuangan, sedangkan tipe penolong keikutsertaannya pada kegiatan rumah tangga seperti memasak, mencuci dan sebagainya. Pandangan tentang makna kampidokang ini mengalami perubahan. Dulu pembagian peran dan tugas dalam rumah tangga cenderung lebih bersifat tegas dan kaku sehingga sedikit saja suami masuk di dapur akan dianggap kampidokang. Sekarang, pembagian peran dan tugas sudah lebih fleksibel dan dinamis. Dimana seluruh kegiatan dalam rumah tangga dianggap adalah tanggung jawab bersama, sehingga makna kampidokang pun menjadi bias karena keikutsertaan suami dalam area domestik istri sudah dianggap sebagai hal yang wajar dan biasa saja. Faktor yang mempengaruhi perubahan makna kampidokang adalah faktor modernisasi, akulturasi budaya, pendidikan, pekerjaan istri dan pola asuh (parenting style).

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL > Pendidikan Antropologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 01 Mar 2017 08:03
Last Modified: 02 Mar 2018 07:45
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/2162

Actions (login required)

View Item View Item