BIROKRASI YANG BERSIH DAN MADANI

Sunusi, Syamsul (2012) BIROKRASI YANG BERSIH DAN MADANI. In: Seminar Nasional Ilmu Administrasi Publik, 26 Mei 2012, Makassar, Indonesia.

[img]
Preview
Text (Artikel Prosiding Nasional)
Artikel Prosiding Reformasi Birokrasi yang Bersih dan Madani.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Peer Review Artikel Prosiding Nasional)
Peer Review Prosiding Reformasi Birokrasi yang Bersih dan Madani.pdf

Download (94kB) | Preview

Abstract

Posisi stratejik birokrasi, selalu terdapat kemungkinan dan upaya menarik birokrasi pada partai tertentu,birokrasi dimanfaatkan untuk mencapai, mempertahankan, ataupun memperkuat kekuasaan melalui partai dan menjadi penguasa birokrasi "Raja Pejabat". Kalau perilaku birokrasi berkembang dalam pengaruh politik seperti itu akan menjadi tidak netral, maka birokrasi yang seharusnya mengembang misi menegakkan kualitas, efisiensi, dan efektivitas pelayanan secara netral dan optimal kepada masyarakat, besar kemungkinan akan berorientasi pada kepentingan partai atau partai-partai; sehingga terjadi pergeseran keberpihakan dari kepentingan publik ke pada pengabdian pada pihak penguasa atau partai-partai yang berkuasa. Dalam kondisi seperti itu, Kolusi Korupsi dan Nepotisme akan tumbuh serta birokrasi akan kehilangan jati dirinya, dari pengembang misi perjuangan negara dan bangsa, menjadi partisan keiompok kepentingan yang sempit Namun demikian masyarakat madani dapat digambarkan sebagai praktek demokrasi yang nyata. Rakyat menentukan pilihan (choice) sesuai dengan hati nuraninya, tanpa harus diintervensi atau dipaksa oleh pihak lain (penguasa). Rakyat mempunyai hak untuk berbeda pendapat tanpa takut dianggap sebagai musuh. Rakyat mempunyai hak untuk menyeruakan tanpa diancam untuk dipenjara. Rakyat merdeka memasuki serikat organisasi apapun yang dipilih tanpa takut berbeda dengan keluarga, teman, atau pimpinan di kantor. Rakyat boleh memasuki patai politik yang dipilihnya tanpa harus takut di pecat dari sumber pendapatannya sehari-hari. Pemerintahan madani dan kelembagaan birokrasi madani harusnya dikelolah oleh orang-orang yang ber akhlakul karimah. Untuk mencari model baru yang konsisten dalam melaksanakan demokrasi ialah model paradigma masyarakat dan pemerintahan madani. Yakni demokrasi birokrasi yang berintikan pada kedauiatan rakyat dan pengakuan adanya moral.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: KARYA ILMIAH DOSEN
Universitas Negeri Makassar > KARYA ILMIAH DOSEN
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL
Depositing User: S.T., M.T. Faruq Ratuhaji
Date Deposited: 04 Feb 2017 17:21
Last Modified: 04 Feb 2017 17:21
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/2064

Actions (login required)

View Item View Item