Komunitas Adat Onto di Butta Toa Bantaeng Abad XIII-XIV.

Fahmi, Nuril (2015) Komunitas Adat Onto di Butta Toa Bantaeng Abad XIII-XIV. S1 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
Nuril Fahmi, 2013.docx

Download (18kB)

ABSTRAK Nuril Fahmi, 2013. Komunitas Adat Onto di Butta Toa Bantaeng Abad XIII-XIV. Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Burhanuddin Pabitjara dan Jumadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul komunitas adat Onto di Butta Toa Bantaeng, sistem kepercayaan komunitas adat Onto pra Islam di Butta Toa Bantaeng, serta Kehidupan sosial-budaya komunitas adat Onto di Butta Toa Bantaeng, yang pada saat itu telah menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajan yang berada di Jawa. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan tujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan secara analitik serta menginterpretasikan asal usul, sistem kepercayaan komunitas adat Onto di Butta Toa Bantaeng, serta kehidupan sosial-budaya komunitas adat Onto di Butta Toa pada abad XIII-XIV berdasarkan sumber lontara dan sumber tutur, dengan menggunakan metode historis, melalui tahap: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa asal usul nenek moyang komunitas adat Onto di Butta Toa Bantaeng pada abad XIII-XIV berasal dari pedalaman Gunung Lompo Battang tepatnya daerah Pocci Buttaya di Onto kemudian menyebar ke wilayah Gamaccaya dan Kayu Loe. Dimana mereka termasuk ke dalam Ras Austronesia yang tiba di Nusantara sekitar tahun 3000-2500 SM. Dalam sistem kepercayaan komunitas adat Onto pada periode XIV menganut kepercayaan animisme dan dinamisme yang mana sosok dewa tertinggi yang mereka percayai yaitu Tu-Kammaya Ero’na atau biasa disebut Karaeng Loe Kaminang Kammaya artinya Dewa Pencipta dan penata kehidupan manusia dan upacara yang dilaksanakan yang berhubungan dengan Karaeng Loe yaitu upacara Ansulu’ki Ri Onto, Akkawaru, Assapu Battang, Atturungan dan Appanaung Panganreang, serta bangunan monumental yang menjadi tempat pelaksanaan ritual disebut Taka Bassia. Selanjutnya dalam kehidupan sosial budaya komunitas adat Onto sekitar periode awal abad XIII yang merupakan periode kehadiran sosok To-Manurung menjadi orang yang sangat memiliki pengaruh penting bagi kehidupan komunitas ini. Selain dipercayai menjadi titik awal peletakan dasar-dasar hidup dalam pemerintahan, To-Manurung juga diyakini membawa pengaruh terhadap kehidupan sosial budaya. Akhir penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa komunitas adat Onto di Butta Toa Bantaeng merupakan salah satu komunitas yang telah eksis dan berpengaruh kuat sejak abad XIII.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL > Sosiologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 16 Jan 2017 05:31
Last Modified: 16 Jan 2017 05:31
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/1917

Actions (login required)

View Item View Item