Analyzing Students Habit Forming Activities in Fostering Oral Communicative Competence, a Case Study in SMA Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Polewali Mandar

Deje, Markus Mislan (2015) Analyzing Students Habit Forming Activities in Fostering Oral Communicative Competence, a Case Study in SMA Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Polewali Mandar. S1 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
Markus Mislan Deje.doc

Download (31kB)

ABSTRACT Markus Mislan Deje. Analyzing Students Habit Forming Activities in Fostering Oral Communicative Competence, a Case Study in SMA Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Polewali Mandar (supervised by Haryanto and Muliati). The main objectives of this research were to obtain information about the habit forming activities done in the process of learning English in SMA Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Polewali Mandar and to find the description about the extent to what the habit forming activities done in the process of learning English were valuable in fostering the students’ oral communicative competence. This research applied descriptive qualitative research with case study method . The description about the concepts or phenomena are gathered and identified through nonparticipant observations, interviews and recordings and then, were analyzed and classified through open coding, axial coding, and selective coding into several main categories, i.e. individual setting, school setting, boarding house, habit forming activities in English. The subjects of this research were four 12th grade students (two male students and two female students) from Natural Science program who have been living and studying in the boarding school since junior high school level. The results of data analysis showed that (1) habit forming activities done in SMA Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Polewali Mandar were (a) English speaking day, (b) face-to-face conversation and (c) language assembly and (d) English courses by CLID (Central Language Improvement and Development), (2) having joined the English habit forming activities for more than five years and having good motivation in English, the subjects of this research show their good oral communicative competence in English. This can be analyzed and concluded through interviews with the subjects and the qualities of speaking tasks given to them. The four subjects have shown good oral communicative competence. A few errors found in their interviews and speaking tasks do not cause difficulties to understand the overall meaning. ABSTRAK Markus Mislan Deje. Analisis Kegiatan Pembiasaan Siswa Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan berbahasa lisan, Study Kasus di SMA Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Polewali Mandar (dibimbing oleh Haryanto and Muliati). Tujuan utama yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah pemerolehan informasi yang mendalam tentang kegiatan pembiasaan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris yang diterapkan di SMA Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Polewali Mandar dan sejauh mana kegiatan pembiasaan tersebut mampu meningkatkan kemampuan berbahasa lisan siswa di sekolah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengaplikasikan metode studi kasus yang berupaya mengeksplorasi secara mendalam tentang kegiatan pembiasaan siswa yang mampu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris lisan. Deskripsi tentang konsep atau fenomena yang muncul dikumpulkan dan diidentifikasi melalui pengamatan non partisipan, wawancara dan rekaman yang kemudian di dianalisa dan digolongkan melalui kodifikasi terbuka, kodifikasi aksial, dan kodifikasi selektif ke dalam beberapa kategori utama, yaitu latar individu, latar sekolah, asrama, kegiatan pembiasaan dalam Bahasa Inggris. Subjek penelitian ini adalah empat orang siswa Kelas 12 IPA, 2 putra dan 2 putri yang telah tinggal dan belajar di pesantren ini sejak tingkatan Sekolah Menengah Pertama. Hasil analisis data menunjukkan (1) kegiatan - kegiatan pembiasaan dalam Bahasa Inggris adalah salah satu dari keseluruhan kegiatan pembiasaan mencakup (a) English speaking day (hari berbahasa Inggris), (b) face-to-face conversation (percakapan empat mata), (c) sidang bahasa dan (d) kursus bahasa Inggris yang dilaksanakan oleh CLID (Central Language Improvement and Development/ divisi bahasa yang ada di pesantren yang bertanggung jawab mengembangkan kemampuan santri dalam berbahasa Inggris dan Arab), (2) setelah mengikuti kegiatan pembiasaan dalam Bahasa Inggris selama lebih dari lima tahun, para subjek mampu menunjukkan kemampuan berbahasa lisan yang baik dalam Bahasa Inggris. Hal itu dapat dianalisa dan disimpulkan melalui telaah wawancara dengan para subjek dan kualitas tes kemampuan berbicara mereka tampilkan. Para subjek telah menunjukkan kemampuan berbahasa lisan yang baik. Sedikit kesalahan yang ditemukan dalam wawancara dan kegiatan berbicara mereka, tidak menyebabkan kesulitan untuk memahami keseluruhan makna.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA > Bahasa Inggris
Divisions: Dewey Decimal Classification > FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 09 Dec 2016 02:20
Last Modified: 09 Dec 2016 02:20
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/1707

Actions (login required)

View Item View Item