A Sociolinguistics Study of English-Indonesian Code Mixing in Speaking at SMP Islam Al-Azhar Makassar

JIHAD, SURYANI (2015) A Sociolinguistics Study of English-Indonesian Code Mixing in Speaking at SMP Islam Al-Azhar Makassar. S1 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
SURYANI JIHAD. 2015.doc

Download (32kB)

ABSTRACT SURYANI JIHAD. 2015. A Sociolinguistics Study of English-Indonesian Code Mixing in Speaking at SMP Islam Al-Azhar Makassar. (Supervised by AndiQashasRahman and Murni Mahmud). The objectives of this research are : (1) to find out what forms of code mixing are used in speaking. (2) to elaborate the situation of English-Indonesian code mixing that occurs in speaking, and (3) to find out the reasons why the students at SMP Islam Al-Azhar Makassar use code mixing. The research employed a descriptive method. The subject of this research was the seventh grade of SMP Islam Al-Azharin academic year 2014/2015. This research used cluster sampling. The sample of this research consisted of 20 students from 60 students as the total of population. This research used four instruments: notes, observation, interview and questionnaire. Notes from the spies were used to find out the forms of code mixing, observation was used to identify the forms of code mixing and also to see the situation when the code mixing occured, interview was used to find out the reasons of the students in using code mixing and questionnaire asthesupported data. The result of the research shows that there were three forms of code mixing that occurred namely: intra-sentential code mixing, intra-lexical code mixing and involving a change of pronunciation. The intra-sentential code mixing was the most frequently mixed points in English-Indonesian code mixing. There were four moments or situation when the students used English-Indonesian code mixing: (a) asking something, (b) emphasizing message in informal situation (c) keeping the situation going smoothly (relaxed situation), (d) the fact of being forced situation. The reasons of using code mixing were (a) the absence of Indonesian equivalence, (b) being an habitual in daily spoken, (c) suitable for Indonesian words or sentences, (d) expressing group identity. The highest reason why the students always use English Indonesian code mixing was habit that occurred spontaneously in speaking. ABSTRAK SURYANI JIHAD, 2015. Studi Sosiolinguistik dalam Campur Kode Bahasa Indonesia-Inggris pada Aspek Berbicara di SMP Islam Al-Azhar Makassar. (Dibimbing oleh Andi Qashas Rahman dan Murni Mahmud). Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mendapatkan bentuk-bentuk apa dari campur kode yang digunakan dalam berbicara, (2) memaparkan situasi pada penggunaan campur kode dalam berbicara, (3) menemukan alasan mengapa siswa-siswa di SMP Islam Al Azhar Makassar menggukanan campur kode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Islam Al-Azhar Makassar tahun akademik 2014/2015.Penelitianinimenggunakanteknikpengambilansampelmenuruttingkatan.Sampelnyaterdiridari 20 siswa dari 60 siswa sebagai total populasi.Penelitian ini menggunkan empat instrumen yaitu catatan, observasi, wawancara dan angket. Dalam hal ini, catatan digunakan untuk mendapatkan bentuk-bentuk campur kode, observasi yang digunakan untuk mendapatkan mengidentifikasi bentuk campur kode dan juga untuk melihat situasi ketika campur kode terjadi, wawancara digunakan untuk menemukan alasan-alasan siswa dalam menggunakan campur kode dan angket yang digunakan untuk mendukung data-data tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga bentuk campur kode yang terjadi dalam pembicaraan siswa yaitu campur kode sentensial, campur kode intra leksikal, dan bentuk berupa adanya perubahan pengucapan. Intra senetensial campur kode merupakan bentuk campur kode yang paling sering terjadi. Ada tiga momen atau situasi ketika siswa menggunakan campur kode: (a) menanyakan sesuatu, (b) menyampaikan pesan pada situasi informal, (c) menjaga situasi tetap berjalan lancar (dalam situasi rileks), dan(d) dalam situasi terpaksa.Sedangkan alasan-alasan yang ditemukan atas pemakaian campur kode yaitu (a) tidak ditemukannya padanan kata dalam Bahasa Indonesia,(b) menjadi kebiasaan yang terjadi dlam bahasa lisan, (c) cocok digunakan dalam Bahasa Indonesia, (d) menunjukkan identitas kelompok. Kebiasaan menggunakan campur kode Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam berbicara menempati posisi tertinggi di antara alasan-alasan yang diutarakan oleh siswa.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA > Bahasa Inggris
Divisions: Dewey Decimal Classification > FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 09 Dec 2016 02:00
Last Modified: 09 Dec 2016 02:00
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/1702

Actions (login required)

View Item View Item