Studi Analisis Miskonsepsi Fisika Dasar pada Mahasiswa Internasional Class Program (ICP) Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Makassar

CHERAWATI, CHERAWATI (2012) Studi Analisis Miskonsepsi Fisika Dasar pada Mahasiswa Internasional Class Program (ICP) Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Makassar. S1 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
CHERAWATI.docx

Download (16kB)

ABSTRAK CHERAWATI. Studi Analisis Miskonsepsi Fisika Dasar pada Mahasiswa Internasional Class Program (ICP) Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Jasruddin dan Muris). Penelitian ini adalah merupakan penelitian survey yang dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar miskonsepsi yang dialami oleh mahasiswa kelas ICP (International Class Program) Jurusan Fisika FMIPA UNM. Disamping itu penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui jenis miskonsepsi dan sumber miskonsepsi yang dialami oleh mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pengajar/dosen fisika dasar untuk mendesain perkuliahan sehingga miskonsepsi fisika dapat dikurangi. Untuk data mengenai miskonsepsi mahasiswa diperoleh melalui tes miskonsepsi fisika dengan sub konsep mekanika, panas dan termodinamika, getaran dan gelombang, listrik magnet dan relativitas. Tes tersebut disusun dalam bahasa Inggris bentuk option benar salah. Disamping itu mahasiswa juga diminta untuk mencantumkan jumlah kata/vocabulary yang tidak dimengerti pada setiap soal. Informasi ini diperlukan untuk melihat kesalahan mereka dalam menjawab pertanyaan karena kurangnya perbendaharaan kosa kata. Untuk mengetahui sumber miskonsepsi dilakukan teknik wawancara. Dalam penelitian ini kelompok kelas regular (non ICP) diambil sebagai pembanding khususnya penguasaan dari sisi bahasa (kosa kata) Hasil penelitian memperlihatkan bahwa miskonsepsi yang dialami mahasiswa ICP Jurusan Fisika FMIPA UNM masih sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh frekuensi jawaban salah (rentang 34% sampai 80%). Sumber sumber miskonsepsi yang dialami oleh mahasiswa berasal dari (i) prakonsep yang salah (59,6 %), pemikiran asosiatif (40,4 %), alasan/reasoning yang tidak lengkap (70,2 %) serta intuisi yang salah (72,3 %). Hasil analisis juga memperlihatkan bahwa kelompok dengan penguasaan kosa kata yang kurang memperlihatkan skor yang rendah (miskonsepsi yang tinggi) seperti yang ditunjukkan oleh kelas non ICP. ABSTRACT CHERAWATI. 2012. Analysis on Misconception of Basic Physics to Students of International Class Program of Physics Department at the Faculty of Mathematics and Science in Universitas Negeri Makassar (supervised by Jasruddin and Muris). This study is a survey research which meant to examine the misconception experienced by the students of internasional Class Program (ICP) of Physics Department at the FFaculty of Mathematics and Science (FMIPA) in Universitas Negeri Makassar (UNM), as well as to investigate the types of misconception and the sources of misconception experienced by the student. The result of this study is expected to give contribution to lecturers of basic physics to designthe learning to lessen the misconception of physics. Data on students’ misconception obtained through the physics misconception test with sub concept of mechanics, heat and thermodynamics, vibrations and waves, electric magnets and relativity. Those tests were arranged in English with True-False option. Moreover, the students were asked to write unfamiliar numbers of vocabulary on each question. This information was needed to examine whether their mistakes in answering the question were caused by lack of vocabulary. Interview technique was conducted to discover the sources of misconception. In this study, the regular group (non-ICP) was taken as a comparison particularly the language mastery (vocabulary). The result reveals that misconception experienced by the ICP students of Physics Department at FMIPA UNM is extremely high. This is indicated by the frequency of false answers (range 34% - 80%). The sources of misconception experienced by the students are from (i) a false misconception (59.6%), associative thinking (40.4%), incomplete reasoning (70.2%), and false intuition (72.3%). The result indicates as well that the group with lack of vocabulary mastery shows low score (high misconception) as shown by the non-ICP group.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FMIPA > FISIKA - (S1)
Divisions: FAKULTAS MIPA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 05 Dec 2016 02:20
Last Modified: 05 Dec 2016 02:20
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/1482

Actions (login required)

View Item View Item