Kajian Semiotik Kapata pada Tradisi 7 Syawal Masyarakat Maluku Serta Fungsinya Dalam Pembelajaran Sastra

LATUKAU, PUSPA (2013) Kajian Semiotik Kapata pada Tradisi 7 Syawal Masyarakat Maluku Serta Fungsinya Dalam Pembelajaran Sastra. S1 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
Latukau, Puspa.docx

Download (14kB)

ABSTRAK PUSPA LATUKAU. 2013. “Kajian Semiotik Kapata pada Tradisi 7 Syawal Masyarakat Maluku Serta Fungsinya Dalam Pembelajaran Sastra”. (dibimbing oleh Muhammad Rapi Tang dan Muhammad Saleh). Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan makna ikon, indeks, dan simbol Kapata serta pemanfaatan Kapata sebagai bahan ajar dalam pembelajaran sastra. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka. Data penelitian ini adalah data tulis berupa kata dan kalimat dalam Kapata (1) Tita Nusa, (2) Saliwangi, (3) Lisa, dan (4) Lew Waiteha. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas 1) sumber data primer adalah buku Lani Nusa, Lani Lisa Kapata dari Morella. 2) sumber data sekunder adalah kaset rekaman audiovisual prosesi adat 7 Syawal Masyarakat Morella tahun 2012.Teknik pengumpulan data melalui inventarisasi, baca simak, dan pencatatan. Prosedur analisis data dilakukan yaitu 1) identifikasi dan klasifikasi data, 2) mereduksi data, 3) menelaah kembali teks Kapata, untuk diklasifikasikan fokus kajian ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kapata TN terdapat ikon (Tita Salamoni). Indeks (Yama salamoni nai hala sari, Nai pali iahatu sane,). Simbol (Yama, Ia puti ia mala hitole,). (2) Kapata SW terdapat ikon (Saliwangi, Yuru, Maita, Hesai,). Indeks (Lai seli soko luli lesin). Simbol (Saliwangi, Yuru lete yase salamoni, (3) Kapata LS ditemukan ikon (Lisa, Lala, Sapanekanama haita sawatelu,). Indeks (Lisa makana-lisa makana, Letesi sarele elya Kapahaaha, Nunuyambale seli eka palemahu). Simbol (Kakula seli eka rula lala, Haita Sawatelu, Kapahaha. (4) Kapata LW ditemukan ikon (Lew Waiteha, Hio-hio –hio lahakona, Saila puti wela-wela ana). Indeks (Nisasai tala lehe launusan Leihale sawa uni nahulala, Ite laha loia pela yupu yana). Simbol (Nahu mata waiya salele basudara, Saila puti wela-wela ana nia, Lete uta tawa nusa-nusa sara rele, Hau tete sihu sina kaha siwa lima). (5) Kapata berfungsi sebagai pengungkap nilai budaya, hukum, sejarah dan nilai sastra. Nilai-nilai inilah yang dapat dimanfaatkan guru sebagai media dan bahan ajar. Simpulan penelitian ini adalah 1) Kapata sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Maluku perlu di jaga dan dilestarikan, 2) Guru pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tingkat SMP dan SMA hendaknya memperkenalkan model-model kajian semiotik sastra, 3) Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pengajaran muatan lokal di Provinsi Maluku. Kata Kunci: Kapata, Semiotik, Pembelajaran Sastra.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FMIPA > FISIKA - (S1)
Divisions: FAKULTAS MIPA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 05 Dec 2016 01:31
Last Modified: 05 Dec 2016 01:31
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/1465

Actions (login required)

View Item View Item