Siswa Berprestasi Rendah (Studi Kasus tentang Penyebab dan Penanganannya di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar)

BAHAR, RAMAYANI (2015) Siswa Berprestasi Rendah (Studi Kasus tentang Penyebab dan Penanganannya di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar). S2 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img] Text
RAMAYANI BAHAR.docx

Download (12kB)

ABSTRAK RAMAYANI BAHAR, 2015. ABSTRAK RAMAYANI BAHAR, 2015. Siswa Berprestasi Rendah (Studi Kasus tentang Penyebab dan Penanganannya di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar) (dibimbing oleh Sulaiman Samad dan Muhammad Anas) Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana karakteristik siswa berprestasi belajar rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar?; (2) Faktor-faktor apa yang menyebabkan siswa berprestasi belajar rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar?; (3) Upaya-upaya apa yang telah dilakukan oleh guru untuk menangani siswa berprestasi belajar rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar?. Tujuan penelitian ini yaitu; (1) Untuk mengetahui karakteristik siswa berprestasi belajar rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa berprestasi belajar rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar. (3) Untuk mengetahui upaya-upaya yang telah dilakukan oleh guru dalam menangani siswa berprestasi belajar rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Karena pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, maka penelitian ini berusaha mendeskripsikan suatu latar, objek atau peristiwa tertentu secara rinci dan mendalam, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas pengumpulan dan analisis data yang lebih menyempit dan terarah pada suatu topik tertentu. subjek penelitian berjumlah 3 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik siswa berprestasi rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar yakni a) memiliki motivasi yang rendah dalam mengikuti pelajaran dan sulit berkonsentrasi mengikuti proses pelajaran di sekolah terutama belajar di dalam kelas, b) siswa tersebut mengerjakan tugas sesuka hatinya saja, tidak mau bertanya kepada guru atau orang tua di rumah, c) tidak ada keinginan untuk bertanya kepada teman maupun guru mengenai pelajaran, d) acuh tak acuh atau tidak mau memperdulikan nilai atau hasil belajar yang di peroleh di sekolah.; (2) Faktor internal yang mempengaruhi siswa berprestasi rendah yakni: a) kurang percaya diri dan tidak nyaman mengikuti proses pembelajaran di sekolah terutama gangguan dari teman sekelasnya, b) memiliki kondisi fisik yang kurang prima untuk mengikuti pelajaran karena mengantuk akibat dari sering nonton dan main game sampai larut malam, c) memiliki kondisi yang kurang stabil seperti mudah marah, mudah tersinggung, jengkel, dan kadang-kadang berkelahi dengan temannya. Selanjutnya faktor esternal yakni: a) jarang diperhatikan oleh orang tuanya karena kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, sehingga kegiatan belajarnya tidak terkontrol, selalu sibuk menonton atau main game dengan teman kompleksnya, b) metode dan model mengajar guru yang perlu ditingkatkan agar lebih variatif agar siswa lebih antusias lagi mengikuti pelajaran di kelas, c) suka bermain dengan teman kompleksnya, main sampai sore, malam lanjut main game sehingga kegiatan belajarnya terganggu.; (3) Alternatif penanganan terhadap siswa berprestasi rendah yakni: a) melakukan musyawarah disekolah, b) melakukan pendekatan persuasive terhadap subjek, c) melaksanakan remedial, dan d) mendatangkan petugas khusus di sekolah. (dibimbing oleh Sulaiman Samad dan Muhammad Anas) Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana karakteristik siswa berprestasi belajar rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar?; (2) Faktor-faktor apa yang menyebabkan siswa berprestasi belajar rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar?; (3) Upaya-upaya apa yang telah dilakukan oleh guru untuk menangani siswa berprestasi belajar rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar?. Tujuan penelitian ini yaitu; (1) Untuk mengetahui karakteristik siswa berprestasi belajar rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa berprestasi belajar rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar. (3) Untuk mengetahui upaya-upaya yang telah dilakukan oleh guru dalam menangani siswa berprestasi belajar rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Karena pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, maka penelitian ini berusaha mendeskripsikan suatu latar, objek atau peristiwa tertentu secara rinci dan mendalam, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas pengumpulan dan analisis data yang lebih menyempit dan terarah pada suatu topik tertentu. subjek penelitian berjumlah 3 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik siswa berprestasi rendah di SD Inpres Unggulan Toddopuli Makassar yakni a) memiliki motivasi yang rendah dalam mengikuti pelajaran dan sulit berkonsentrasi mengikuti proses pelajaran di sekolah terutama belajar di dalam kelas, b) siswa tersebut mengerjakan tugas sesuka hatinya saja, tidak mau bertanya kepada guru atau orang tua di rumah, c) tidak ada keinginan untuk bertanya kepada teman maupun guru mengenai pelajaran, d) acuh tak acuh atau tidak mau memperdulikan nilai atau hasil belajar yang di peroleh di sekolah.; (2) Faktor internal yang mempengaruhi siswa berprestasi rendah yakni: a) kurang percaya diri dan tidak nyaman mengikuti proses pembelajaran di sekolah terutama gangguan dari teman sekelasnya, b) memiliki kondisi fisik yang kurang prima untuk mengikuti pelajaran karena mengantuk akibat dari sering nonton dan main game sampai larut malam, c) memiliki kondisi yang kurang stabil seperti mudah marah, mudah tersinggung, jengkel, dan kadang-kadang berkelahi dengan temannya. Selanjutnya faktor esternal yakni: a) jarang diperhatikan oleh orang tuanya karena kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, sehingga kegiatan belajarnya tidak terkontrol, selalu sibuk menonton atau main game dengan teman kompleksnya, b) metode dan model mengajar guru yang perlu ditingkatkan agar lebih variatif agar siswa lebih antusias lagi mengikuti pelajaran di kelas, c) suka bermain dengan teman kompleksnya, main sampai sore, malam lanjut main game sehingga kegiatan belajarnya terganggu.; (3) Alternatif penanganan terhadap siswa berprestasi rendah yakni: a) melakukan musyawarah disekolah, b) melakukan pendekatan persuasive terhadap subjek, c) melaksanakan remedial, dan d) mendatangkan petugas khusus di sekolah.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA > Pendidikan Dasar s2
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 05 Dec 2016 00:57
Last Modified: 05 Dec 2016 00:57
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/1457

Actions (login required)

View Item View Item