ISOLASI DAN KARAKTERISASI ACTINOMYCETES DARI BEBERAPA SENTRA PERKEBUNAN BAWANG ANTAGONIS Fusarium oxysporum f.sp. cepae DAN UJI KEMAMPUAN PERKECAMBAHAN TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS TUKTUK SUPER

Sari, Fitri Anita (2019) ISOLASI DAN KARAKTERISASI ACTINOMYCETES DARI BEBERAPA SENTRA PERKEBUNAN BAWANG ANTAGONIS Fusarium oxysporum f.sp. cepae DAN UJI KEMAMPUAN PERKECAMBAHAN TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS TUKTUK SUPER. Diploma thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img]
Preview
Text
Artikel Fitri Anita Sari.pdf

Download (735kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Fitri Anita Sari, 2019. Isolasi dan Karakterisasi Actinomycetes dari Beberapa Sentra Perkebunan Bawang Antagonis Fusarium oxysporum f.sp cepae dan Uji Kemampuan Perkecambahan Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonium L.) Varietas Tuktuk Super. Prodi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Alimuddin Ali dan Muhammad Junda). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi Actinomycetes endofit dan rizosfer tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) yang berpotensi menghasilkan senyawa antifungi yang nantinya akan dijadikan sebagai agen pengendali hayati melalui kolonisasi jaringan akar tanaman. Isolat Actinomycetes yang memiliki aktivitas senyawa antifungi diinfeksikan pada jaringan akar tanaman bawang merah secara in vitro yang menjadi uji perkecambahan selanjutnya dilakukan uji kandungan pigmen klorofil. Hasil isolasi diperoleh 25 isolat yang menunjukan kenampakan ciri-ciri Actinomycetes. 25 isolat selanjutnya dilakukan uji skrining atau penapisan untuk mengetahui isolat yang mampu menghambat pertumbuhan fungi uji dan diperoleh 10 isolat Actinomycetes yang memiliki aktivitas senyawa antifungi. Dari 10 isolat Actinomycetes dipilih 2 isolat yaitu E1M1 (isolat endofit malino pertama) dan R2S2 (isolat rizosfer soppeng kedua). Berdasarkan uji antagonis maka diketahui bahwa isolat E1M1 memiliki daya hambat sebesar 36,67% dan R2S2 memiliki daya hambat sebesar 21,56%. Secara morfologi isolat E1M1 memiliki bentuk koloni masih muda berbentuk oval dengan permukaan licin dan berlendir serta warna koloni cream, setelah berumur tiga minggu permukaan isolat berwarna putih dan permukaan rata. Isolat R2S2 bentuk koloni bulat dengan tepi berkerak serta warna koloni mula-mula berwarna putih lama kelamaan berwarna abuabu. Hasil pengujian fisiologis dan biokimia menujukkan isolat E1M1 mampu menggunakan 3 jenis sumber karbon dan 4 jenis sumber nitrogen yang berbeda, dapat tumbuh pada suhu 30-40oC, toleransi pH yakni 6-8. Isolat R2S2 mampu menggunakan 11 jenis sumber karbon dan 9 jenis sumber nitrogen yang berbeda, dapat tumbuh pada suhu 30-40oC, toleransi pH yakni 6-8. Hasil pengujian pengukuran pigmen fotosintesis menunjukkan perlakuan Endofit Steril merupakan perlakuan dengan kadar klorofil a, b dan karotenoid tertinggi Kata kunci: Actinomycetes, Bawang Merah (Allium ascalonicum L.), Fusarium oxysporum, Endofit, Rizosfer, Klorofil.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: FMIPA > BIOLOGI - (S1)
Divisions: FAKULTAS MIPA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 17 Jul 2019 05:43
Last Modified: 17 Jul 2019 05:43
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/14189

Actions (login required)

View Item View Item