IMIGRAN IRAN DI KOTA MAKASSAR

Rafsanjani, Rafsanjani (2019) IMIGRAN IRAN DI KOTA MAKASSAR. S1 thesis, UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.

[img]
Preview
Text
JURNAL IMIGRAN IRAN DI KOTA MAKASSAR-.pdf

Download (603kB) | Preview

Penelitian ini mengulas latar belakang kedatangan imigran (pengungsi) asal Iran di Kota Makassar. Penelitian ini kemudian menyasar aspek adaptasi terkait imigran asal Iran survive di Kota Makassar selama bertahun-tahun, terutama pengalaman interaksi mereka di dua lingkungan yang berbeda yakni, lingkungan community house dan lingkungan masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnometodologi. Teknik pencarian atau pengumpulan data dilakukan dengan penelitian lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Imigran asal Iran mengaku meninggalkan negaranya karena rasa tidak aman, takut akan ancaman penganiayaan dan diskriminasi, terutama yang bertalian dengan identitas: agama dan minoritas yang tak terlepas dari konteks politik pemerintahan Iran. Beberapa faktor yang melatarbelakangi imigran asal Iran ke Makassar karena keterbatasan fasilitas di beberapa Rudenim di Indonesia sehingga mereka menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di Kota Makassar. Kebijakan Wali Kota Makassar dalam mengeluarkan ijin tinggal di Makassar berdasarkan Nota Kesepahaman dengan IOM tahun 2015 dinilai turut memicu meningkatnya pengungsi di Makassar beberapa tahun belakangan. Selain itu, Kota Makassar menjadi favorit para imigran ilegal karena dinilai sebagai tempat yang lebih aman dan tenang. Pengungsi dan pencari suaka asal Iran di Makassar dalam keadaan tidak menentu, lantaran aktivitas mereka dibatasi, tanpa kesempatan untuk bekerja, dan menikmati lingkungan sekolah, setiap hari yang dirasakan adalah kejenuhan yang berulang. Dalam menyokong kebutuhan hidup mereka selama tinggal bertahun-tahun di Makassar, umumnya hanya mengandalkan bantuan dari lembaga donor seperti IOM, berupa uang bantuan bulanan. Sementara itu, interaksi mereka di dua lingkungan yang berbeda relatif baik, seperti di lingkungan community house mereka membentuk suatu kesadaran kolektif atas persamaan status sebagai pengungsi. Sedangkan, di lingkungan masyarakat lokal atau setempat, sejauh ini faktor penggunaan bahasa yang kadang menjadi kendala di antara keduanya. Kata Kunci: Imigran Iran, pengungsi, adaptasi, survive.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL > Pendidikan Antropologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 26 Jun 2019 05:56
Last Modified: 26 Jun 2019 05:56
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/13687

Actions (login required)

View Item View Item