The Analysis of Junior High School Teacher-MadeTests for the Students in Enrekang

ALIAH, HUSNANI (2015) The Analysis of Junior High School Teacher-MadeTests for the Students in Enrekang. S2 thesis, UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.

[img] Text
HUSNANI ALIAH.docx

Download (22kB)

ABSTRACT HUSNANI ALIAH. The Analysis of Junior High School Teacher-MadeTests for the Students in Enrekang. (Supervised by Baso Jabu and Kisman Salija) The research aimed at finding out information about the preparation of constructing teacher-made tests in Enrekang, the quality of English teacher-made test according to item analysis, and the level cognitive domain of the teacher-made test.The test quality was determined after it was used in school examination test. This research employed survey research using descriptive method. The researcher analyzed the data and then described the research finding quantitatively.The population of this research was the teachers who teach in ninth grade at junior high schools in Enrekang. This research applied simple random sampling technique by taking four different schools as sampel. The results of analysis show preparationthat junior high school teachers follow in constructing teacher-made tests in Enrekang is divided into five main parts.In preparing the test, the procedures were considering tests’ materials and proportion of each topic, choosing to check the item bank that match to syllabus and indicators, or preparing test specification. In writing test, teachers’ procedures were re-writing chosen test item from internet and textbook, re-writing items that was used before and allowing the other teachers to verify it, combining items from item bank and text book, or making new item. While in analyzing a test, the procedures used by the teachers were analyzing and revising test based on its item difficulty, predicting the item difficulty and revising the test, or doing nothing to analyze the test. About the timing in preparing the test, there are three out of five teachers who need only one week to construct multiple choice tests. Besides, there are two out of five teachers who need two weeks to construct multiple choice tests. While the teachers have different ways in providing test based on students’ ability.Moreover, the item analysis shows that no test is perfectly good. It wasfound that almost all tests need to be revised. It was also found that there were only three categories works in all tests based on the cognitive domain of the test namely knowledge, comprehension, and application categories. There was no item belong to analysis, synthesis, and evaluation categories. ABSTRAK HUSNANI ALIAH. Analisis Tes Buatan Guru Sekolah Menengah Pertama di Enrekang. (Dibimbing oleh Baso Jabu dan Kisman Salija) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi tentang persiapanyang dilakukan oleh guru dalam pembuatan tes di Enrekang , kualitas tesbuatan guru berdasarkan analisis butir soal, dan level kognitif domain test yang dibuat oleh guru. Kualitas tes ditentukan setelah tes digunakan dalam tes ujian sekolah. Penelitian ini menggunakan penelitian survey dengan metode penelitian deskriptif. Peneliti menganalisis data kemudian mendeskripsikan hasil analisis data secara kuantitatif. Polulasi dalam penelitian ini adalah guru bahasa inggris sekolah menengah pertama yang mengajar di kelas IX di Enrekang. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan mengambil empat sekolah sebagai sample penelitian. Hasil analisis menunjukkan persiapan yang guru lakukan dalam membuat tesujian sekolah dalam bentuk pilihan ganda di Enrekang dibagi menjadi lima bagian utama. Dalam mempersiapkan tes, prosedurnya adalah mempertimbangkan bahan tes dan proporsi masing-masing topik, memilih untuk memeriksa item bank yang cocok dengan silabus dan indikator, atau mempersiapkan spesifikasi tes. Dalam penulisan tes, prosedur guru adalahmemilih menulis ulang item tes dari internet dan buku, menulis ulang item yang digunakan sebelumnya dan mengijinkan guru-guru lain untuk memverifikasinya, menggabungkan item dari bank soal dan buku teks, atau membuat item baru Sedangkan dalam menganalisis tes, prosedur yang digunakan oleh guru adalah menganalisis dan merevisi tes berbasis pada tingkat kesulitannya, memprediksi kesulitan item dan merevisi tes, atau tidak melakukan apa-apa untuk menganalisis tes. Selain itu juga ditemukan bahwa ada tiga dari lima guru yang membutuhkan waktu hanya satu pekan dalam mempersiapkan soal pilihan ganda.Soal. Sedangkan adadua guru yang membutuhkan waktu dua minggu dalam mempersiapkan soal pilihan ganda. Guru juga mempunya cara yang berbeda-beda dalam menentukan soal sesuai kemampuan siswa. Selain itu, analisis item menunjukkan bahwa tidak ada tes yang sangat baik. Ditemukan bahwa hampir semua tes perlu direvisi. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa hanya ada tiga kategori kognitif domain yang dimiliki oleh tes yaitu pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi. Tidak ada item yang masuk dalam kategori analisi, sintesis, dan evaluasi.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA > BAHASA INGGRIS (S2)
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 30 Nov 2016 06:32
Last Modified: 30 Nov 2016 06:32
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/1351

Actions (login required)

View Item View Item