TRADISI ADAT KAWI’A MASYARAKAT SUKU MORONENE DI KECAMATAN POLEANG UTARA KABUPATEN BOMBANA

Anwar, Anwar and Arfan, Amal and Syarif, Erman (2019) TRADISI ADAT KAWI’A MASYARAKAT SUKU MORONENE DI KECAMATAN POLEANG UTARA KABUPATEN BOMBANA. S2 thesis, UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.

[img]
Preview
Text
ARTIKEL ANWAR.pdf

Download (388kB) | Preview

Tujuan Penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui proses dalam tradisi adat Kawi’a / perkawinan masyarakat Moronene di Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana, (2) Untuk mengetahui peran Tolea dalam adat tradisi Kawi’a / perkawinan masyarakat Suku Moronene di Kabupaten Bombana, (3) Untuk mengintegrasikan tradisi adat Kawi’a / Perkawinan dalam materi pembelajaran geografi di SMA. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data mengggunakan teknik snowball sampling dengan memilih informan yang terdiri dari Ketua Dewan Adat Moronene, Tolea dan Tokoh Masyarakat. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses dalam tradisi adat kawi’a / perkawinan masyarakat Moronene di Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana terbagi dalam tiga tahap yaitu tahap praperkawinan yang terdiri dari Mowindahako (Pelamaran), Moduduhi, Mompokontodo (Menyusul lamaran), Mesisiwi (membujuk Pengantin), Mesampora (Pertunangan), Lumanga (pengantaran Pokok Mahar) dan Khatam Qur’an. Tahap Perkawinan terdiri dari Melongko (Menjemput pengantin), Metiwawa (mengantar pengantin ke tempat acara), Melawati/Moantani (menyambut pengantin), Mompindai Sincu (Mengukuhkan Pengantin), pinokompe’olo (Makan Bersama dalam satu piring), Pinokompompanga (Makan Sirih Pinang Bersama) dan Montente Awu (Molulo Bersama) dan tahap Pascaperkawinan disebut Mohuletako Alo (mengantar Pengantin ke rumah orang tua laki-laki): (2) peran tolea dalam adat tradisi kawi’a / perkawinan masyarakat Suku Moronene di Kabupaten Bombana yaitu pembawa lamaran, menyusul lamaran, membicarakan dan memutuskan serta mengantar Pokok Mahar dan Biaya Perkawinan, melaksanakan prosesi adat sebelum dan sesudah perkawinan dan mengantar pengantin ke rumah orang tua pengantin laki-laki (3) tradisi adat Kawi’a / Perkawinan masyarakat suku moronene dapat dintegrasikan dalam materi pembelajaran geografi kelas XI (Sebelas) di SMA baik di dalam maupun di luar kelas dalam bentuk observasi lapangan dan menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter yang ada dalam tradisi adat Kawi’a tersebut seperti Religius, Disiplin, Tanggung Jawab dan Peduli Sosial / Gotong Royong dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 16 May 2019 02:45
Last Modified: 16 May 2019 02:45
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/13232

Actions (login required)

View Item View Item